Nadine Rania Azzahra
Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Alat Ukur Parasocial Relationship Diany Syahranti; Andi Talitha Rachmani Umar; Allyna Khayra Shahidya; Edria Pavitaruni; Nabila Mumtaz; Nadine Rania Azzahra; Jose Matthew Aldo Panggabean
Journal of Counseling and Humanistic Studies Vol 1, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jchs.v1i2.13030

Abstract

Maraknya fenomena hubungan satu arah dengan selebriti favorit membuat peneliti mengembangkan alat ukur yang dapat mengukur konstruk hubungan parasosial, khususnya di media sosial. Alat Ukur Hubungan Parasosial ini memiliki 24 item yang terdiri dari dua dimensi. Pengujian psikometri dilakukan dengan mengujikan alat ukur kepada 467 partisipan penggemar K-Pop. Reliabilitas tes diuji dengan metode cronbach’s alpha, validitas konstruk tes diuji menggunakan teknik validitas konvergen yang mengorelasikan tes dengan alat ukur Celebrity Attitude Scale dengan metode pearson correlation, analisis item diuji dengan metode corrected item-total correlation, dan norma tes menggunakan norm-referenced group jenis within-group norm dengan metode standard score. Pada pengujian analisis item ditemukan bahwa seluruh item mampu membedakan individu dengan tingkatan konstruk tinggi dan rendah. Hasil pengujian alat ukur setelah analisis item integratif menunjukkan bahwa alat ukur memiliki reliabilitas dan validitas yang baik, baik secara keseluruhan maupun per dimensi. Persebaran data untuk keseluruhan alat ukur dan dimensi emotional connection terdistribusi normal, sedangkan untuk dimensi analogy to social relationships terdistribusi condong ke kiri (positively-skewed). Alat ukur ini memiliki keunggulan pada beberapa aspek daripada alat ukur serupa sebelumnya, di mana fokus terhadap hubungan di media sosial dan banyaknya partisipan pada pengujian psikometri sehingga cukup representatif. Namun, representatif ini terbatas pada populasi penggemar K-Pop sehingga kurang representatif pada populasi lainnya. Pengujian validitas juga dikorelasikan dengan alat ukur CAS yang memiliki jumlah dimensi berbeda. Kedepannya, perlu dilakukan perhitungan validitas diskriminan, pertimbangan terhadap variabel jenis kelamin, pengujian pada populasi lainnya, dan pengembangan untuk mencakup aspek lainnya pada hubungan parasosial.