Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konsumsi short-form content terhadap minat dan ketahanan membaca anak Generasi Alpha melalui pendekatan psikopedagogis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, dengan subjek seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi naturalistik selama enam minggu dan wawancara semi-terstruktur pada minggu ketiga dan keenam dengan subjek dan orang tua, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola terkait perilaku membaca dan pengaruh konsumsi short-form content. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi short-form content secara signifikan menurunkan minat membaca melalui mekanisme observational learning yang mengubah ekspektasi anak terhadap format informasi, lebih menyukai konten yang "seru dan mudah dimengerti", sementara ketahanan membaca menurun akibat melemahnya kemampuan delay of gratification dan adaptasi sistem atensi terhadap stimulus cepat. Penelitian menyimpulkan bahwa fenomena ini merupakan adaptasi kognitif terhadap lingkungan digital, bukan semata masalah motivasi, sehingga memerlukan intervensi psikopedagogis strategis meliputi pelatihan ketahanan membaca secara bertahap, penguatan self-regulation melalui teknik mindfulness, dan pendekatan edukatif untuk membatasi konsumsi short-form content. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman mekanisme psikologis yang mendasari dampak media digital terhadap perkembangan literasi dan memberikan implikasi praktis untuk pengembangan pendekatan literasi adaptif di era digital.