Kecerdasan buatan generatif (Gen-AI) semakin terintegrasi dalam pendidikan tinggi, namun masih sedikit diketahui bagaimana ciri kepribadian yang relatif stabil memengaruhi penilaian mahasiswa terhadap alat-alat ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara sifat narsistik dan sikap terhadap AI di kalangan mahasiswa sarjana Indonesia. Desain yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan terdiri atas 224 mahasiswa S1 dari universitas negeri di Sumatera Barat yang telah menggunakan AI setidaknya satu kali untuk tujuan akademik (misalnya menulis, meringkas, atau menghasilkan ide). Sifat narsistik diukur menggunakan Narcissistic Personality Inventory–13 (NPI-13), sedangkan sikap terhadap AI diukur dengan AI Attitude Scale 4 aitem (AIAS-4) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner isian mandiri (self-report). Analisis kemudian dilakukan dengan JASP, dimulai dari pembersihan data dan perhitungan statistik deskriptif, dilanjutkan dengan pengujian reliabilitas internal (Cronbach’s alpha) dan korelasi Pearson setelah asumsi parametrik dipastikan terpenuhi. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memiliki sifat narsistik pada tingkat sedang dan sikap yang relatif menyukai AI. Analisis korelasi mengungkap hubungan positif yang bermakna antara sifat narsistik dan sikap terhadap AI, yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kecenderungan narsistik lebih tinggi cenderung menilai AI sebagai alat akademik yang lebih menguntungkan. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan perbedaan kepribadian dalam pengembangan literasi AI dan kebijakan integritas akademik di perguruan tinggi, serta menegaskan perlunya studi lanjutan dengan cakupan konteks yang lebih luas di Indonesia.