Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan dengan peran mediasi core value dalam konteks industri perbankan. Berlandaskan Human Relation Theory, studi ini menempatkan core value sebagai mekanisme normatif yang menjembatani tuntutan kerja dan perilaku kinerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan perbankan, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap core value dan kinerja karyawan, serta core value berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Selain itu, core value terbukti memediasi secara parsial hubungan antara beban kerja dan kinerja karyawan. Sebaliknya, stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap core value maupun kinerja karyawan, dan tidak dimediasi oleh core value. Temuan ini mengindikasikan bahwa beban kerja yang dipersepsikan sebagai tantangan dapat memperkuat internalisasi nilai organisasi dan mendorong peningkatan kinerja, sementara stres kerja dalam konteks penelitian ini belum berada pada tingkat yang mengganggu performa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur perilaku organisasi dengan menegaskan peran strategis core value sebagai sumber daya psikologis dan normatif dalam menjelaskan hubungan antara tuntutan kerja dan kinerja. Secara praktis, hasil penelitian menekankan pentingnya perancangan beban kerja yang menantang namun realistis, serta penguatan nilai organisasi sebagai fondasi kinerja berkelanjutan di sektor perbankan.