Deky Aji Suseno
Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Tata Kelola Fiskal Daerah Terhadap Volatilitas Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Ferix Alsyahdat; Deky Aji Suseno
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2399

Abstract

Studi ini menginvestigasi dampak kualitas pengelolaan fiskal daerah terhadap ketidakstabilan pertumbuhan ekonomi pada 35 kabupaten/kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah selama kurun 2019–2023. Tiga dimensi tata kelola fiskal dianalisis secara simultan, yaitu rasio ketergantungan fiskal, efisiensi belanja daerah, dan otonomi fiskal. Volatilitas pertumbuhan ekonomi direpresentasikan melalui perhitungan standar deviasi atas laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) riil pada harga konstan. Proses estimasi dengan mengaplikasikan First Difference Generalized Method of Moments (FD-GMM) dalam kerangka dynamic panel data. Pemilihan metode ini didasarkan pada kemampuannya dalam mereduksi bias yang timbul akibat endogenitas, sekaligus menangkap hubungan dinamis antarvariabel lintas waktu secara lebih akurat. Riset berikut menjelaskan (1) rasio ketergantungan fiskal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas pertumbuhan ekonomi, menunjukkan semakin tinggi ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat, semakin besar tingkat fluktuasi pertumbuhan ekonomi; (2) efisiensi belanja daerah berpengaruh signifikan, menandakan pentingnya pengelolaan anggaran dalam menjaga stabilitas ekonomi; dan (3) otonomi fiskal menjadi variabel yang paling dominan. Kelayakan model telah diverifikasi melalui Hansen Test serta diperkuat oleh hasil Arellano-Bond Test yang menunjukkan terpenuhinya asumsi model dinamis. Selain itu, uji ketahanan model (robustness check) menggunakan pendekatan Fixed Effect Model serta Pooled Least Square memperlihatkan konsistensi arah koefisien, sehingga memperkuat reliabilitas temuan penelitian. Temuan ini memberikan implikasi bahwa penguatan kemandirian fiskal daerah merupakan faktor strategis dalam menekan volatilitas pertumbuhan ekonomi. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta peningkatan efisiensi dalam pengelolaan belanja publik perlu diposisikan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi regional Jawa Tengah.
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah terhadap Investasi dan PDRB di Indonesia Mayisa Azahra Firdaus; Deky Aji Suseno
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 4: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i4.9537

Abstract

Pembangunan ekonomi Indonesia tahun 2018-2023 menghadapi tantangan di aspek keuangan pemerintah, investasi, sosial ekonomi, ketimpangan ekonomi wilayah. Ketimpangan PDRB antara wilayah barat dan timur, efektivitas pengeluaran pemerintah, keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, serta ketergantungan pada investasi menjadi isu utama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah, PMA, PMDN terhadap PDRB, pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap PMA dan PMDN, pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap PDRB melalui PMA, pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap PDRB melalui PMDN. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dari tahun 2018-2023 dan menggunakan alat analisis Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian ini adalah pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PMA, pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PMDN, PMA berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PDRB, PMDN berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, PMA tidak memediasi antara pengeluaran pemerintah dan PDRB, PMDN memediasi antara pengeluaran pemerintah dan PDRB. Hasil ini menekankan pentingnya optimalisasi pengeluaran pemerintah dan penguatan investasi domestik sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan adil.