Muhammad Agus Humaidi
Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politick Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH BUDAYA K-POP MENGUBAH PANDANGAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNISKA TERHADAP BUDAYA LOKAL DI BANJARMASIN Meiliyana Putri; Muhammad Agus Humaidi; Lieta Dwi Noviati
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (April 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i4.1817

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh budaya K-Pop terhadap perubahan pandangan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNISKA Banjarmasin terhadap budaya lokal. K-Pop sebagai fenomena global berpotensi memengaruhi identitas dan nilai budaya, khususnya di kalangan mahasiswa yang menjadi pengadopsi awal tren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana melalui SPSS. Data diperoleh dari 100 responden berusia 18–25 tahun yang terpapar K-Pop, menggunakan kuisioner skala Likert dan Guttman dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan budaya K-Pop berpengaruh signifikan positif terhadap pandangan mahasiswa terhadap budaya lokal. Nilai R-square sebesar 0,083 mengindikasikan kontribusi K-Pop terhadap perubahan pandangan sebesar 8,3%. Uji signifikansi menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik (Sig. t = 0,004 < 0,05; t-hitung 2,986 > t-tabel 0,093). Paparan K-Pop meningkatkan persepsi dan penerimaan budaya lokal, tercermin pada gaya hidup, nilai, dan kebiasaan. Faktor yang memengaruhi antara lain tren fashion, gaya komunikasi, figur idola, preferensi musik, serta akses media sosial. Penelitian merekomendasikan mahasiswa lebih proaktif memahami dan melestarikan budaya lokal, serta mendorong pemanfaatan strategi promosi inovatif agar budaya lokal tetap relevan di era globalisasi.