Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan teknik dasar produksi souvenir rohani untuk meningkatkan keterampilan dan jiwa wirausaha mahasiswa Katolik Indonesia Timur di Malang Sumarwahyudi Sumarwahyudi; E. Wara Suprihatin
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.22165

Abstract

Mahasiswa Katolik asal Indonesia Timur yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Malang umumnya berasal dari daerah dengan komunitas Katolik yang kuat dan setelah lulus cenderung kembali ke daerah asal untuk berkontribusi dalam pembangunan lokal. Namun, sebagian besar mahasiswa belum memiliki keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan sebagai usaha mandiri berbasis komunitas ketika kembali ke daerah asal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembekalan keterampilan produksi souvenir rohani sebagai salah satu alternatif pengembangan kewirausahaan kreatif berbasis nilai religius. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif (Participatory Training Method) dengan pendekatan learning by doing yang menekankan keterlibatan aktif peserta melalui edukasi, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi reflektif. Bentuk intervensi yang diberikan meliputi pelatihan pembuatan model patung devosi menggunakan plastisin atau gipsum serta pembuatan cetakan menggunakan bahan silikon RTV sebagai teknik dasar produksi souvenir rohani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dan proses produksi souvenir rohani, meningkatnya keterampilan dasar dalam pembuatan model dan cetakan, serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan produk kreatif bernilai religius sebagai peluang usaha. Kegiatan ini memberikan dampak awal berupa penguatan kapasitas kreatif dan munculnya kesadaran kewirausahaan pada mahasiswa Katolik Indonesia Timur sebagai bekal untuk mengembangkan usaha berbasis komunitas ketika kembali ke daerah asal.   Training in the basic techniques of producing religious souvenirs to enhance the skills and entrepreneurial spirit of Catholic students from Eastern Indonesia in Malang   Abstract: Catholic students from Eastern Indonesia who pursue higher education in Malang come from regions such as West Nusa Tenggara (NTB), East Nusa Tenggara (NTT), Maluku, and Papua. Most originate from strong Catholic communities and tend to return to their hometowns after graduation to contribute to local development. Based on this context, this community service program was designed as training in religious souvenir production techniques to empower migrant students through creative skills development with entrepreneurial potential.  The program applied a Participatory Training method using a learning-by-doing approach, emphasizing active involvement through instruction, hands-on practice, discussion, and reflection. Training activities included model making with plasticine or gypsum and mold making using RTV silicone. The results show increased understanding of the production process, improved basic modeling and mold - making skills, and strengthened motivation for entrepreneurship based on religious creative products. This program is expected to foster creative independence and entrepreneurial spirit among Catholic students from Eastern Indonesia as preparation for returning to their home regions.
Program Pengembangan Kewirausahaan Jaranan Laksamana Manggala Tumpang (Kini Menjadi Laksana Manggala) E. Wara Suprihatin; Sumarwahyudi Sumarwahyudi; Robby Hidajat; Yunanto Adi Prasetyo
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vp8khm85

Abstract

The Jaranan Laksamana Manggala group, now renamed Laksana Manggala (LM), is a traditional arts group that has grown in the Tumpang area, Malang Regency. Comprised of young members who are passionate about preserving karawitan and jaranan, LM faces increasing challenges as the number of similar groups in the region continues to rise. To remain relevant and competitive, LM is required to be more innovative and creative in both artistic expression and organizational development. This community service program aims to strengthen entrepreneurship through capacity development. The focus includes improving members’ technical skills as dancers and musicians, while also providing training in producing jaranan-themed souvenirs such as Tumpang key chains that offer alternative income opportunities. The program applied a participatory approach through entrepreneurship workshops, group management mentoring, and the use of digital technology for promotion and performance documentation.