Asti Wanda Rinjani
Universitas Pamulang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PEMBELAJARAN PANCASILA BERBASIS HUMANIS DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN KEBANGSAAN PESERTA DIDIK: STUDI LITERATUR Asti Wanda Rinjani; Heryanti Heryanti
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2824

Abstract

This study was motivated by the fact that Pancasila education remains focused on cognitive aspects, making it less effective at instilling national values deeply in students. This situation has led to a decline in tolerance, social solidarity, and patriotism among the younger generation. This study aims to analyze the contribution of humanistic-based Pancasila education in fostering students’ national consciousness through a literature review approach. The method used is a literature review with data collection techniques involving the search for scientific articles from Google Scholar, Sinta, and indexed international journals from 2015 to 2025. Article selection was conducted systematically through the stages of identification, screening, and eligibility until 15 relevant articles were obtained for analysis. The research results indicate that humanistic-based learning is capable of enhancing national consciousness through the more meaningful internalization of Pancasila values, the strengthening of empathy and tolerance, and increased active student participation in the learning process. Thus, the humanistic approach is effective in shaping a national character that is contextual, reflective, and sustainable. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran Pancasila yang masih berorientasi pada aspek kognitif sehingga kurang mampu menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan secara mendalam kepada peserta didik. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya sikap toleransi, solidaritas sosial, dan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pembelajaran Pancasila berbasis humanis dalam menumbuhkan kesadaran kebangsaan peserta didik melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik pengumpulan data melalui penelusuran artikel ilmiah dari Google Scholar, Sinta, dan jurnal internasional terindeks pada rentang tahun 2015–2025. Seleksi artikel dilakukan secara sistematis melalui tahap identifikasi, screening, dan kelayakan hingga diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis humanis mampu meningkatkan kesadaran kebangsaan melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila yang lebih bermakna, penguatan sikap empati dan toleransi, serta peningkatan partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan humanis efektif dalam membentuk karakter kebangsaan yang kontekstual, reflektif, dan berkelanjutan
PENDIDIKAN PANCASILA DAN PEMBENTUKAN KESADARAN MORAL GENERASI MUDA Heryanti Heryanti; Asti Wanda Rinjani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v%vi%i.2806

Abstract

Pancasila Education plays a strategic role in shaping the moral awareness of the younger generation amid rapid social, cultural, and technological changes. The challenges of globalization, digital media development, and shifting social values require strengthening value-based education rooted in national ideology. This article aims to analyze the role of Pancasila Education in fostering moral awareness among young people and to examine its relevance in contemporary social life. This study employs a literature review method by analyzing scientific articles, books, and previous research related to Pancasila Education, moral education, and character building. The findings indicate that Pancasila Education functions not only as a medium for transferring knowledge about national values but also as a means of internalizing moral values, ethics, and social responsibility. Through contextual and reflective learning approaches, Pancasila Education contributes to developing moral awareness reflected in attitudes of tolerance, justice, and social concern. In conclusion, strengthening adaptive Pancasila Education is essential for forming a morally grounded, value-oriented, and nationally committed young generation. ABSTRAKPendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran moral generasi muda di tengah dinamika perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang semakin kompleks. Tantangan globalisasi, perkembangan media digital, serta pergeseran nilai sosial menuntut adanya penguatan pendidikan nilai yang berakar pada ideologi bangsa. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis peran Pendidikan Pancasila dalam menumbuhkan kesadaran moral generasi muda serta mengkaji relevansinya dalam konteks kehidupan sosial kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan hasil penelitian terkait Pendidikan Pancasila, pendidikan moral, dan pembentukan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai wahana transfer pengetahuan tentang nilai-nilai dasar negara, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan reflektif, Pendidikan Pancasila mampu membangun kesadaran moral generasi muda yang tercermin dalam sikap toleransi, keadilan, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, penguatan Pendidikan Pancasila yang adaptif terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang bermoral, berkarakter, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.