Prima Sania Malik
Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penghijauan Desa Pilangsari dengan diversifikasi tanaman buah: Sinergi konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat Muhammad Iqbal Ramdhani; Delia Arvenita; Prima Sania Malik; Suliswanti Suliswanti; Sri Wulandari; Falih Mahdi Mahdavikia; Muhammad Aldo Rangga Adhitya Putra Delin; Yudistira Yudistira; Rahma Yeny Santika; Nanda Adi Utami; Muhammad Nanda Dwi Sudarmo
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.172

Abstract

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan mengakibatkan berkurangnya ruang hijau akibat alih fungsi lahan dan sedikit peduli terhadap penghijauan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas udara, meningkatnya suhu lingkungan, kekeringan, serta berkurangnya potensi ekonomi desa dari sektor pertanian buah-buahan. Melalui program pengabdian masyarakat ini, dosen dan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung berinisiatif melakukan penghijauan di Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak tepatnya di RW. 04 dan RW. 05 dengan diversifikasi tanaman buah sebagai solusi inovatif. Sehingga, program ini menekankan penanaman berbagai varian tanaman buah yang tidak hanya mendukung konservasi alam, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan hasil panen. Hasil dan pembahasan terhadap pelaksanaan program tersebut dilakukan dengan survei dan sowan RW setempat terkait pelaksanaan program penghijauan; pemilihan bibit tanaman buah yang sesuai dengan kondisi lingkungan; persiapan lahan dan media tanam; pelaksanaan penanaman dan pendistribusian bibit kepada masyarakat di setiap RW agar tercipta keterlibatan aktif warga di Desa Pilangsari. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat, tumbuhnya kesadaran akan konservasi, serta terbukanya peluang ekonomi jangka panjang melalui hasil panen buah. Dengan pendekatan ini, Desa Pilangsari tidak hanya menjadi lebih hijau dan asri, tetapi juga lebih produktif dan berdaya. Ini menegaskan bahwa diversifikasi tanaman buah adalah strategi nyata yang mampu menghubungkan kepentingan ekologi dan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Low public awareness of environmental sustainability has resulted in a reduction in green space due to land conversion and little concern for reforestation. This condition has an impact on declining air quality, increasing environmental temperatures, drought, and reducing the village's economic potential from the fruit farming sector. Through this community service program, lecturers and students of Sultan Agung Islamic University took the initiative to reforest Pilangsari Village, Sayung District, Demak Regency, specifically in RW. 04 and RW. 05 with fruit crop diversification as an innovative solution. Thus, this program emphasizes the planting of various fruit crop variants that not only support nature conservation, but also contribute to community empowerment through the utilization of harvested crops. The results and discussions on the implementation of the program were carried out through surveys and visits to local RWs regarding the implementation of the reforestation program; selection of fruit plant seeds that are suitable for environmental conditions; preparation of land and planting media; implementation of planting and distribution of seeds to the community in each RW to create active involvement of residents in Pilangsari Village. The results of the activity show increased community participation, growing awareness of conservation, and the opening of long-term economic opportunities through fruit harvests. With this approach, Pilangsari Village has not only become greener and more beautiful, but also more productive and empowered. This confirms that fruit crop diversification is a real strategy capable of sustainably linking ecological interests and social well-being.