Wiwi Isnaini
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI BRANDING PRODUK FASHION LOKAL BERBASIS KEBERLANJUTAN DALAM MEMBANGUN CITRA GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN DI KALANGAN GENERASI Z. Rheinandha Nouvairha Herdianto; Wiwi Isnaini
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6649

Abstract

Kesadaran terhadap isu lingkungan sudah mendorong terjadinya trend fashion sustainable di indonesia, data dari SIPSN KLHK (2025) menunjukan limbah tekstil meningkat hingga 2,46% yang berarti adanya Value-Action Gap di kalangan konsumen. terjadinya fenomena ini didorong oleh fakta dari mayoritas usaha lokal (UKM) sebagai pondasi utama ekonomi yang terhambat oleh tingginya biaya operasional dan juga keterbatasan akses teknologi ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi branding terutama yang berkaitan dengan brand sense melalui media visual yang digunakan oleh merek fashion lokal berkelanjutan dalam membangun citra gaya hidup ramah lingkungan di kalangan Generasi Z. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus dan analisis visual. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi elemen visual seperti logo, warna, tipografi, serta tone komunikasi visual, disertai wawancara dengan konsumen Generasi Z untuk memahami persepsi mereka terhadap citra brand fashion berkelanjutan di media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi identitas visual, penggunaan narasi visual yang relevan, serta penyampaian pesan keberlanjutan secara komunikatif berperan penting dalam membangun asosiasi positif dan kedekatan emosional antara brand dan audiens muda. Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi elemen visual yang efektif dalam menyampaikan nilai keberlanjutan serta merumuskan strategi komunikasi visual yang sesuai dengan karakter Generasi Z. Temuan ini juga diharapkan menjadi dasar konseptual bagi pengembangan perancangan sustainable fashion brand dengan pendekatan upcycling sebagai penerapan nilai keberlanjutan melalui desain kreatif yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Tupperware: Sebuah Kajian Terhadap Declining Brand Besar Hatta Firdaus; Wiwi Isnaini
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.5031

Abstract

Using a comparative approach to the case of the decline of the Nokia brand, this study aims to examine the phenomenon of the decline of the Tupperware brand. It identifies the factors influencing the decline in brand performance, including internal changes within the company and external changes such as consumer behavior and market dynamics. This study employs a qualitative approach with comparative analysis. Data was obtained through documentary and literature research, as well as analysis of other publications and secondary sources such as scientific journals, industry reports, and relevant publications. Furthermore, descriptive analysis was conducted to identify patterns of similarities and differences between the two situations. The research findings indicate that Tupperware’s brand decline is similar to Nokia’s, particularly regarding the inability to adapt to innovation and shifting market trends. While the market shifted toward e-commerce and digital platforms, Tupperware continued to rely on traditional marketing strategies such as direct sales. Additionally, the emergence of competitors offering more diverse designs and lower prices also led to a decline in customer interest. Changes in customer preferences, which increasingly prioritize practicality, price, and product accessibility, were identified as an additional factor. This comparative analysis indicates that one of the primary causes of the brand’s decline is the company’s failure to adapt to the business environment swiftly and effectively. Amid intensifying competition, these findings are expected to assist the company in ensuring the brand’s sustainability.