Santi Surya Putri
Universitas Al-Qolam Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERISTIWA CAMPUR KODE DALAM NOVEL MAS NATA LAN KUTO TUBAN KARYA SUSI LESTHARY Santi Surya Putri; Muhammad Masykur Baiquni
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 16 No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v16i2.8131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi bentuk-bentuk pencampuran kode dalam novel Susi Lesthary 'Mas Nata lan Kuto Tuban' dan menafsirkan makna dan nilai-nilai sosio-budaya yang diwakili melalui penggunaannya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, karena kesesuaiannya dalam menggambarkan dan menganalisis fenomena linguistik secara mendalam seperti pencampuran kode dalam karya sastra. Sumber data utama adalah novel Mas Nata dan Kuto Tuban. Pengumpulan data melibatkan identifikasi kata, frasa, atau kalimat yang mengandung pencampuran kode dalam narasi dan dialog karakter. Tahapan analisis melibatkan pemilihan data yang menunjukkan fenomena campur kode dan relevansi dengan representasi sosial-budaya Tuban, pengelompokan data ke bentuk campur kode dalam dan luar, menafsirkan makna sosial-budaya dan nilai campuran kode ini dan merumuskan hasil analitis tentang peran pencampuran kode sebagai strategi komunikasi dan pelestarian identitas budaya. Penulis sengaja menggunakan pencampuran kode untuk memperkaya dialog, memperdalam penggambaran karakter, dan mencerminkan keragaman budaya dan latar belakang sosial, memberikan pembaca gambaran yang lebih jelas tentang masyarakat Indonesia, khususnya Tuban. Strategi ini juga membantu menyampaikan nilai-nilai budaya Jawa secara lebih efektif, karena beberapa konsep diekspresikan dengan lebih baik menggunakan istilah Jawa asli. Penggunaan campur kode oleh Susi Lesthary dengan demikian merupakan strategi sastra untuk mempertahankan keaslian budaya dan resistensi linguistik terhadap tren globalisasi.