Pajar Hatma Indra Jaya
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Adat Sasi Di Era Modern Sebagai Mekanisme Sosial Dalam Menjaga Solidaritas Masyarakat Maluku Pajar Hatma Indra Jaya; Fahrul; Tri Amal Nazar Saputro
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi adat Sasi di era modern sebagai mekanisme sosial dalam menjaga solidaritas masyarakat Maluku. Modernisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi, pembangunan ekonomi, dan perubahan sosial seringkali dianggap mengancam keberlanjutan kearifan lokal. Namun demikian, adat Sasi tetap bertahan dan menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat. Sasi merupakan sistem hukum adat yang mengatur pemanfaatan sumber daya alam melalui larangan sementara pada wilayah tertentu, yang disepakati secara kolektif oleh masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, melalui analisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sasi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme konservasi lingkungan, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat melalui nilai kebersamaan, tanggung jawab kolektif, dan kepatuhan terhadap norma adat. Di tengah arus modernisasi, Sasi mampu bertransformasi dan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Maluku. Keberadaan Sasi juga memperkuat hubungan antara manusia dengan alam serta antarindividu dalam masyarakat. Dengan demikian, adat Sasi menjadi simbol ketahanan budaya yang tidak hanya menjaga keseimbangan ekologis, tetapi juga mempererat kohesi sosial secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Systematic Literature Review: Reproduksi Struktur Sosial Petani dalam Perspektif Teori Strukturasi Anthony Giddens Pajar Hatma Indra Jaya; Tri Amal Nazar Saputro; Fahrul
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 5: September 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the reproduction of farmers’ social structure through the perspective of Anthony Giddens’ structuration theory using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review highlights the dialectical relationship between farmers as agents and social structures in shaping and sustaining agrarian systems amid social, economic, and agricultural policy transformations. The findings reveal that the reproduction of farmers’ social structures occurs through the inheritance of agrarian values, collective practices based on solidarity, and adaptation to agricultural modernization and global market dynamics. Farmers act as active agents who reinterpret social structures, negotiate power relations, and reproduce social practices that ensure the continuity of traditional farming systems. Structuration theory explains that farmers’ social actions are not merely shaped by structure but also contribute to its transformation. Theoretically, this study strengthens the relevance of structuration theory in analyzing agrarian society, while practically providing a foundation for developing farmer empowerment policies that emphasize agency capacity and the preservation of rural social values.