Penelitian ini mengkaji pengaruh manajemen risiko rantai pasokan terhadap kinerja operasional, dengan efektivitas manajemen persediaan sebagai variabel mediasi dalam sektor farmasi. Studi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data survei yang dikumpulkan dari 155 apotek di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, serta dianalisis menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko rantai pasokan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional, yang menegaskan perannya sebagai kapabilitas strategis dalam menjaga stabilitas dan efisiensi operasional. Selain itu, manajemen risiko rantai pasokan juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas manajemen persediaan, yang menunjukkan bahwa praktik manajemen risiko mampu meningkatkan perencanaan, pengendalian, dan responsivitas persediaan. Efektivitas manajemen persediaan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional, yang menekankan pentingnya dalam memastikan ketersediaan produk dan mengurangi inefisiensi operasional. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen persediaan secara signifikan memediasi hubungan antara manajemen risiko rantai pasokan dan kinerja operasional. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh manajemen risiko terhadap kinerja diperkuat melalui praktik manajemen persediaan yang efektif. Secara praktis, temuan ini menyarankan bahwa organisasi apotek perlu mengintegrasikan strategi manajemen risiko dan persediaan untuk meningkatkan kinerja operasional serta memastikan layanan kesehatan yang andal.