Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Critical Success Factor terhadap Penerapan Sustainable Supply Chain pada Sektor Perikanan dengan Pendekatan PCA-ISM Nivo Martani; I Nyoman Pujawan
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1592

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan critical success factors (CSF) terhadap penerapan Sustainable Supply Chain Management (SSCM) pada sektor perikanan di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan data primer berupa kuesioner kepada responden berpengalaman di industri perikanan dan rantai pasok (N = 19), yang terdiri dari manajer operasional, akademisi, dan birokrat terkait sektor kelautan dan perikanan, serta expert judgement untuk tahap ISM. Data diuji validitas dan reliabilitas; seluruh indikator pada dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial dinyatakan valid (sig. < 0,05) dan reliabel (Cronbach’s Alpha: 0,762; 0,865; 0,781). Analisis Principal Component Analysis (PCA) dengan rotasi Varimax mereduksi 24 indikator menjadi tujuh faktor utama yang secara kumulatif menjelaskan 82,168% variasi data, yaitu: Environmental Management and Green Operations, Cost Control and Operational Efficiency, Price Stability and Supply Chain Transparency, Occupational Safety and Workforce Capability, Green Policy and Emission Reduction, Green Supply Chain Integration, serta Energy Efficiency and Post-Harvest Optimization. Selanjutnya, hasil Interpretive Structural Modeling (ISM) menunjukkan bahwa Green Policy and Emission Reduction berperan sebagai faktor penggerak utama (driver) pada level dasar, sedangkan Price Stability and Supply Chain Transparency berada pada level teratas sebagai faktor yang paling dipengaruhi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kebijakan hijau dan pengurangan emisi menjadi fondasi prioritas dalam meningkatkan keberhasilan implementasi SSCM pada sektor perikanan. Model ISM yang dihasilkan dapat menjadi panduan strategis bagi pengambil kebijakan di sektor perikanan Jawa Timur dalam menentukan urutan prioritas intervensi yang tepat guna mendorong implementasi SSCM secara sistematis dan berkelanjutan.
OPTIMASI CYCLE TIME DAN KAPASITAS ARMADA TRANSPORTASI BATUBARA SUNGAI MENGGUNAKAN DISCRETE EVENT SIMULATION Rivaldi; I Nyoman Pujawan; I Gede Agus Widyadana
MANAJEMEN DEWANTARA Vol 10 No 3 (2026): MANAJEMEN DEWANTARA (Online First)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/md.v10i3.23014

Abstract

Pengangkutan batubara melalui jalur sungai menghadapi inefisiensi operasional akibat tingginya cycle time, antrean pada fasilitas muat dan bongkar, keterbatasan tidal window, serta kelebihan kapasitas armada. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan cycle time dan menentukan kapasitas armada transportasi batubara sungai menggunakan Discrete Event Simulation (DES) yang diintegrasikan dengan Strategic Capacity Management (SCM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi kasus pada sistem pengangkutan batubara dari Port of Loading (POL) menuju Ship-to-Ship Terminal (STS) di jalur Sungai Lilin–Bentayan, Sumatera Selatan. Model simulasi dibangun menggunakan FlexSim dan divalidasi dengan Confidence Interval 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model simulasi valid karena throughput aktual berada dalam rentang hasil simulasi. Penjadwalan prediktif secara mandiri hanya menurunkan cycle time dari 157,7 jam menjadi 153,9 jam dan belum signifikan secara statistik. Skenario terbaik diperoleh melalui integrasi penjadwalan prediktif, fleet right-sizing, dan peningkatan laju fasilitas pelabuhan. Skenario ini mengurangi armada dari 30 menjadi 15 set, meningkatkan throughput menjadi 1.722 trip per tahun, menurunkan cycle time menjadi 76,3 jam, serta menghasilkan potensi penghematan biaya sekitar Rp41,4 miliar per tahun
Analysis and Mitigation of Strategic Risk Business Process by Considering Relationship between Risks: Case Study in Electricity Generation Companies Lalu Bramantias Gutama; I Nyoman Pujawan
Jurnal Sosial Humaniora 2019: Special Edition 2019
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v0i01.5777

Abstract

This study analyzes the linkages between the causes of strategic risks ofbusiness processes which refer to the balance scorecard perspective incompany X, one ofelectricity generation company. Prioritized 87 risk causeswere identified at the outset using the House of Risk 1 method and thePareto principle so that 17 dominant risk causes were obtained, which werethen analyzed using the ISM method and then weighted using the analyticnetwork process (ANP) method to obtain the new ARP value causes riskthat had accommodated the relationship between the causes of risk. To makeit easier for companies to prioritize the handling of the 17 risk-causingagents, a mitigation analysis was then carried out using the House of Risk2 by considering the ranking of existing effectiveness to difficulty so that 8effective strategies for handling agents causing risk were chosen.
A Comparison of the Application of the Exponential Smoothing, Arima, and Random Forest Regression Methods for Forecasting Main Distribution Unit (MDU) Material Requirements at PT XYZ Puspa Ayu Kustia; I Nyoman Pujawan; Erwin Widodo
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 12 (2026): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i12.1648

Abstract

This study aimed to compare the performance of forecasting methods for MDU requirements at PT XYZ using weekly aggregated data. The materials analyzed included kWh meters and Miniature Circuit Breakers (MCBs). Three forecasting methods were compared: Exponential Smoothing as a deterministic approach, ARIMA as a stochastic time-series approach, and Random Forest Regression as a contemporary machine learning-based approach. ARIMA was selected because preliminary identification indicated that the weekly demand data did not exhibit strong seasonal patterns; therefore, a non-seasonal model was considered more appropriate. This research employed a quantitative approach using historical material usage data. The forecasting performance of each model was evaluated using forecasting error metrics, including Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), and Root Mean Square Error (RMSE). Furthermore, statistical comparisons of forecasting errors were conducted to determine whether performance differences among the methods were statistically significant. The best-performing forecasting model was then used as the basis for developing preliminary recommendations for inventory policy. This study is expected to contribute scientifically to the selection of appropriate forecasting methods based on the characteristics of MDU demand data. In addition, it provides practical contributions for PT XYZ by supporting more objective, measurable, and data-driven procurement planning and inventory management.
Pemilihan Alternatif Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Pada Program Listrik Pedesaan Dengan Pendekatan Multi Kriteria Harisma Citra Siallagan; I Nyoman Pujawan
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i3.949

Abstract

Keterbatasan akses energi listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi salah satu tantangan utama dalam mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Pemilihan teknologi pembangkit listrik energi terbarukan untuk program listrik pedesaan memerlukan pendekatan pengambilan keputusan yang mempertimbangkan berbagai aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria yang memengaruhi pemilihan alternatif pembangkit listrik desa 3T, menentukan tingkat kepentingan setiap kriteria, serta memberikan rekomendasi alternatif pembangkit listrik terbaik untuk diterapkan di Provinsi Sulawesi Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan Multi Criteria Decision Making (MCDM) dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot prioritas kriteria dan melakukan evaluasi terhadap alternatif pembangkit energi terbarukan. Kriteria yang digunakan meliputi aspek teknis, ekonomi, lingkungan, sosial, dan keberlanjutan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kriteria memiliki tingkat kepentingan yang berbeda dalam menentukan keputusan pemilihan pembangkit, dengan aspek teknis dan keberlanjutan menjadi faktor dominan dalam proses evaluasi. Berdasarkan hasil pembobotan dan peringkat alternatif, diperoleh alternatif pembangkit energi terbarukan yang paling sesuai untuk mendukung kebutuhan listrik pedesaan di wilayah 3T Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menyediakan kerangka pengambilan keputusan yang sistematis dan objektif bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan dalam pengembangan infrastruktur energi terbarukan.