Ahmad Marzuki
Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Orang Tua Dalam Pembiasaan Ibadah Shalat Fardhu Siswa Kelas VI SDN Cendono 1 Cahyo Nur Selamet; Ahmad Marzuki
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nmjcj947

Abstract

The development of prayer in the family environment has a great influence on the implementation of daily student prayers, because in this family students will receive religious education and guidance that is very important for the spiritual development of students. Therefore, the role of parents is very important in realizing students who love worship so that they will get used to doing it in the future. Prayer is a very important means to get closer to Allah swt. By performing prayer, the heart will become calm so that by performing obligatory prayer, human beings will always avoid despicable acts. Therefore, education about prayer must be instilled from childhood. Therefore, based on the above knowledge, here the author conducted a research to find out the role of parents in fostering the implementation of prayer for grade VI students of SDN Cendono 1. The method used in this study is a qualitative method that is descriptive. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Research results: 1) The role of parents of grade VI students at home has carried out their role well, starting from the aspects of teaching, guiding, supervising, motivating, and providing the necessary facilities. 2) Some children show a tendency to perform prayers consistently, while others still cannot perform prayers regularly or even do not perform them at all. 3) The role of parents in the habit of obligatory prayer for grade VI students at home shows good results, although there is still a role of parents who have not been maximized in guiding their children due to the busyness of parents at work. Abstrak Pembinaan ibadah shalat dalam lingkungan keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap pelaksanaan ibadah shalat siswa sehari-hari, karena dalam keluarga inilah siswa akan mendapatkan pendidikan keagamaan serta bimbingan yang sangat penting untuk perkembangan spiritual siswa. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam mewujudkan siswa yang cinta beribadah agar kelak terbiasa untuk menjalankannya. Ibadah shalat merupakan sarana yang sangat penting untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan melaksanakan ibadah shalat hati akan menjadi tenteram sehingga dengan melaksanakan ibadah shalat wajib manusia akan senantiasa terhindar dari perbuatan tercela. Oleh karena itu pendidikan mengenai ibadah shalat harus ditanamkan sejak kecil. Oleh karenanya, berdasarkan pengetahuan di atas di sini penulis mengadakan penelitian untuk mengetahui peran orang tua dalam membina pelaksanaan ibadah shalat siswa kelas VI SDN Cendono 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian: 1) Peran orang tua siswa kelas VI di rumah sudah menjalankan perannya dengan baik, dimulai dari segi mengajarkan, membimbing, mengawasi, memotivasi, dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. 2) Beberapa anak menunjukkan kecenderungan untuk melaksanakan shalat dengan konsisten, sementara beberapa lainnya masih belum bisa melaksanakan shalat secara teratur atau bahkan tidak melaksanakannya sama sekali. 3) Peran orang tua dalam pembiasaan ibadah shalat fardhu siswa kelas VI di rumah menunjukkan hasil yang baik, walaupun masih terdapat peran orang tua yang belum maksimal dalam membimbing anaknya dikarenakan kesubukan orang tua dalam bekerja.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI Pada MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo Aulidiyah Paramasasti; Ahmad Marzuki
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/4vz2sn75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo. Kurikulum Merdeka hadir sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan pada kebebasan belajar, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam menjadi instrumen strategis dalam membentuk karakter religius, sikap toleran, dan akhlak mulia peserta didik sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan kepala madrasah, serta dokumentasi pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI di MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo telah berjalan cukup efektif. Guru-guru PAI menerapkan pendekatan diferensiasi dan pembelajaran berbasis projek keagamaan yang kontekstual. Nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran dan pembiasaan harian. Penilaian dilakukan secara autentik dengan memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan pemahaman kurikulum yang belum merata, pihak madrasah terus melakukan inovasi dan penguatan kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka di MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter religius dan sosial yang kuat. Abstract This study aims to describe and analyze the implementation of the Independent Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) learning at MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo. The Independent Curriculum is present as an educational approach that emphasizes freedom of learning, student-centered learning, and character building through the Pancasila Student Profile and the Rahmatan lil 'Alamin Student Profile. In this context, Islamic Religious Education becomes a strategic instrument in forming religious character, tolerant attitudes, and noble morals of students from an early age. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews with PAI teachers and madrasah principals, and learning documentation. Data analysis is carried out using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the Independent Curriculum in PAI learning at MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo has been quite effective. PAI teachers apply a differentiation approach and contextual religious project-based learning. The values ​​of Pancasila and Islamic teachings are integrated into daily learning and habituation activities. Assessments are carried out authentically by paying attention to cognitive, affective, and psychomotor aspects. Although there are several obstacles such as limited facilities and uneven understanding of the curriculum, the madrasah continues to innovate and strengthen collaboration between teachers, parents, and the surrounding environment. Thus, Islamic Religious Education learning in the Independent Curriculum at MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo is able to form students who are not only intellectually intelligent, but also have strong religious and social characters.