Pembinaan tahsin Al-Qur’an merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an santri agar sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf yang benar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan tajwid serta kualitas bacaan Al-Qur’an santri melalui implementasi program tahsin yang dilaksanakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dengan target capaian santri mampu membaca Al-Qur’an secara tartil dan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 minggu dengan melibatkan 10 santri sebagai peserta. Indikator keberhasilan kegiatan ini dilihat dari peningkatan ketepatan tajwid dan kelancaran bacaan Al-Qur’an santri. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi, praktik bacaan, setoran individu, serta evaluasi bacaan santri. Program pembinaan dilakukan secara bertahap meliputi observasi bacaan awal, evaluasi kemampuan santri, serta pembinaan tajwid melalui penguatan hukum nun mati dan tanwin, mim mati, ghunnah, serta latihan membaca tartil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program tahsin memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas bacaan santri. Sebanyak 8 dari 10 santri mulai mampu menerapkan kaidah tajwid dengan lebih tepat serta menunjukkan peningkatan dalam kelancaran membaca Al-Qur’an. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti perbedaan kemampuan bacaan santri dan kesulitan dalam membedakan makharijul huruf tertentu. Secara umum, implementasi program tahsin ini dapat membantu meningkatkan ketepatan tajwid dan kualitas bacaan Al-Qur’an santri secara bertahap