Kelompok Wanita Tani (KWT) Nawasena di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, memanfaatkan potensi lokal bunga mawar melalui pengolahan produk seperti sirup mawar, teh mawar, selai mawar, dan diffuser mawar. Namun, produk yang dihasilkan masih memiliki keterbatasan pada aspek citra produk, terutama terkait dengan identitas merek, desain kemasan, dan atribut branding yang kurang menarik dan representatif, sehingga berpengaruh terhadap daya saing produk di pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat citra produk olahan mawar mealui re-design atribut branding dan desain kemasan untuk mendukung peningkatan nilai tambah produk. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah dan analisis kebutuhan, re-design atribut branding, pelatihan dan pendampingan terkait atribut branding produk, uji pasar, dan evaluasi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan dan perbedaan pada desain label produk yang terdiri dari nama merek, logo, tagline, serta desain keseluruhan label. Selain itu, dilakukan pula perubahan kemasan sirup mawar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Uji pasar juga telah berhasil dilakukan dan menunjukkan bahwa citra produk yang baru dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat citra produk olahan bunga mawar yang bermuara pada peningkatan penjualan dan mendukung pengembangan Desa Karangpring sebagai kawasan destinasi agroeduwisata kampung mawar.