Novi Suma Setyawati
STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dukungan Sekolah dalam Mengembangkan Aspek Sosial Emosional Anak Slow Learner Novi Suma Setyawati; Novi Nurdian
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v1i2.969

Abstract

Pengembangan aspek sosial emosional anak slow learner di pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan isu krusial yang berdampak langsung terhadap kesiapan belajar, integrasi sosial, dan kesejahteraan psikologis anak. Dalam konteks pendidikan inklusif, tantangan yang dihadapi oleh anak slow learner dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi masih sering terabaikan dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dukungan sekolah dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak slow learner di lingkungan PAUD inklusif, dengan menelaah strategi guru, faktor pendukung dan penghambat, serta relevansi implementasinya di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di salah satu PAUD inklusif di Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua, serta dokumentasi RPPH dan kebijakan sekolah. Data dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan praktik dukungan sosial emosional melalui kegiatan pembiasaan sosial, strategi pembelajaran berbasis empati, serta kolaborasi antara guru dan orang tua. Strategi seperti bermain peran, teknik bercerita, dan emotional coaching terbukti efektif dalam membantu anak mengembangkan kesadaran diri dan kemampuan interaksi sosial. Namun demikian, keterbatasan alat asesmen, beban administratif guru, dan minimnya dukungan tenaga profesional menjadi penghambat utama. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengayaan teori pedagogi inklusif pada jenjang PAUD dan merekomendasikan pengembangan sistem asesmen sosial emosional serta pelatihan profesional bagi guru. Kesimpulannya, dukungan sosial emosional yang sistematis, kolaboratif, dan berbasis konteks lokal menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan inklusif. Arah penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan instrumen asesmen sosial emosional yang valid dan mudah diimplementasikan di PAUD serta studi komparatif antar wilayah.
Implementasi Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa PGSD dalam Praktik Manajemen Kelas Novi Nurdian; Novi Suma Setyawati
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v1i2.986

Abstract

Keterampilan dasar mengajar merupakan fondasi utama dalam membentuk kompetensi profesional guru, khususnya dalam menciptakan pengelolaan kelas yang efektif di tingkat pendidikan dasar. Relevansi topik ini semakin tinggi seiring dengan tuntutan kurikulum merdeka yang menekankan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang reflektif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi keterampilan dasar mengajar mahasiswa PGSD dalam praktik manajemen kelas, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menggali strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan selama pelaksanaan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) dan microteaching. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan penelitian adalah mahasiswa PGSD semester VI yang terlibat aktif dalam praktik mengajar di sekolah dasar. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menguasai keterampilan membuka dan menutup pelajaran serta menjelaskan materi, namun masih mengalami kesulitan dalam memberikan penguatan, mengajukan pertanyaan reflektif, dan terutama dalam mengelola dinamika kelas secara efektif. Tantangan utama yang dihadapi berkaitan dengan kesiapan emosional, minimnya pengalaman praktik lapangan, dan kurangnya refleksi pedagogis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami keterampilan dasar mengajar sebagai kompetensi integratif, serta menawarkan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum pelatihan guru yang lebih kontekstual dan reflektif. Kesimpulannya, keberhasilan calon guru dalam mengelola kelas tidak cukup hanya didasarkan pada penguasaan teknis mengajar, tetapi juga pada kemampuan adaptasi, pengendalian diri, dan pengalaman reflektif yang mendalam. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi model pembelajaran berbasis simulasi dan refleksi video sebagai pendekatan inovatif dalam meningkatkan kesiapan profesional mahasiswa PGSD
Pemerolehan Bahasa Kedua pada Anak Usia Dini: Tinjauan Sistematis tentang Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Komunitas Armin Fani; Novi Suma Setyawati
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v1i2.989

Abstract

Pemerolehan bahasa kedua (PBK) pada anak usia dini menjadi isu strategis dalam era globalisasi karena berkaitan langsung dengan perkembangan kognitif, sosial, dan kesiapan akademik anak. Meskipun banyak penelitian menegaskan pentingnya bilingualisme sejak dini, masih terdapat kesenjangan pemahaman mengenai bagaimana lingkungan keluarga dan komunitas berperan dalam mendukung atau menghambat proses PBK. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis literatur empiris selama satu dekade terakhir yang membahas pengaruh lingkungan keluarga dan komunitas terhadap PBK pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan protokol eksplisit berdasarkan panduan Jesson et al. (2011) dan serta menganalisis 15 studi terpilih dari database internasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi antara lingkungan keluarga dan komunitas merupakan faktor kunci dalam mengoptimalkan PBK anak, baik melalui kebijakan bahasa keluarga, interaksi verbal, maupun akses terhadap lingkungan belajar bilingual. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan komunitas dalam mendesain strategi pembelajaran bahasa kedua yang kontekstual dan berbasis bukti ilmiah. Kajian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan memetakan pola, tema, dan gap penelitian, serta memberikan rekomendasi strategis untuk praktik pendidikan dan kebijakan di bidang pemerolehan bahasa kedua anak usia dini
Eksplorasi Praktik Guru dalam Mengelola Emosi Anak Usia Dini: Studi Kasus Yuliana Nurhayati; Novi Suma Setyawati
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.9131

Abstract

Abstrak. Pengelolaan emosi merupakan fondasi penting bagi perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Namun, praktik nyata guru PAUD di Indonesia masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi praktik guru dalam mengelola emosi anak berdasarkan perspektif Social and Emotional Learning (SEL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di PAUD Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal 43 Banjarmasin. Partisipan adalah kepala sekolah dan satu guru kelas, dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama guru: (1) pengenalan emosi melalui observasi ekspresi nonverbal dan verbalisasi perasaan; (2) respons emosional berupa co-regulation dan pengalihan perhatian; (3) pembimbingan emosi berkelanjutan melalui refleksi harian dan pendekatan spiritual berbasis cerita Islami. Studi ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan emosi yang efektif bersifat holistik, mengintegrasikan aspek pedagogis, afektif, dan nilai lokal-keagamaan. Abstract. Emotional regulation is a crucial foundation for the social-emotional development of young children. However, the actual practices of early childhood education (PAUD) teachers in Indonesia have rarely been explored in depth. This article aims to explore teachers’ practices in managing children’s emotions from the perspective of Social and Emotional Learning (SEL). The study employed a qualitative approach using a case study design at the Aisyiyah Bustanul Athfal 43 Integrated Early Childhood Education Center in Banjarmasin. Participants included the school principal and one classroom teacher, selected through purposive sampling. Data were collected via semi-structured interviews and participant observation, then analyzed thematically. The results revealed three main teacher strategies: (1) identifying emotions through observation of nonverbal expressions and verbalization of feelings; (2) emotional responses involving co-regulation and redirection of attention; (3) continuous emotional guidance through daily reflection and a spiritual approach based on Islamic stories. This study concludes that effective emotion management practices are holistic, integrating pedagogical, affective, and local-religious value aspects.