p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ANUFA
Rini Agustina
Universitas PGRI Pontianak, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Pidato Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write pada Siswa Kelas VIII SMP Shalom Bengkayang Christin Febrianty; Muhammad Lahir; Rini Agustina
Anufa Ikaprobsi Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v3i1.178

Abstract

Keterampilan menulis teks pidato masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMP. Siswa sering mengalami kesulitan dalam mengorganisasi ide, menggunakan bahasa yang komunikatif, serta menyusun struktur teks yang sesuai kaidah, sehingga hasil belajar cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks pidato siswa kelas VIII SMP Shalom Bengkayang melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data penelitian diperoleh melalui observasi aktivitas guru dan siswa, wawancara, tes keterampilan menulis, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan menulis siswa. Pada tahap pratindakan, nilai rata-rata siswa hanya 52,24 dengan persentase ketuntasan 24,13%. Setelah penerapan TTW pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 63,44 dengan persentase ketuntasan 51,72%. Peningkatan lebih tinggi terlihat pada siklus II, dengan nilai rata-rata mencapai 82,75 dan ketuntasan sebesar 82,75%. Temuan ini membuktikan bahwa model TTW efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks pidato, sekaligus menumbuhkan motivasi, keberanian, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, penerapan model TTW dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang relevan untuk meningkatkan literasi produktif siswa di sekolah menengah pertama.
Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi dan Morfologi pada Penulisan Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Mai Yuliastri Simarmata; Rini Agustina
Anufa Ikaprobsi Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v3i1.192

Abstract

Kesalahan berbahasa pada siswa sekolah menengah pertama masih menjadi persoalan mendasar dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada keterampilan menulis teks eksplanasi. Fenomena ini terlihat pada banyaknya kesalahan fonologi, seperti penghilangan huruf vokal atau penggunaan konsonan ganda yang tidak tepat, serta kesalahan morfologi berupa ketidaktepatan proses afiksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis bentuk kesalahan berbahasa yang terjadi, sekaligus memberikan gambaran mengenai pola kesalahan yang konsisten muncul dalam teks siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistik. Subjek penelitian adalah 38 siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Jawai, yang diminta menulis teks eksplanasi sebagai sumber data utama. Data diperoleh melalui analisis dokumen tulisan siswa, observasi kelas, dan wawancara guru. Analisis dilakukan dengan teknik kategorisasi kesalahan menggunakan tabel sistematis untuk memudahkan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan fonologi dan morfologi tidak muncul secara acak, melainkan membentuk pola berulang yang menandakan lemahnya kesadaran metalinguistik siswa serta kurangnya perhatian guru pada aspek kebahasaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMP perlu menyeimbangkan fokus antara isi dan bentuk teks, dengan menjadikan kesalahan siswa sebagai instrumen diagnostik untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya kajian linguistik terapan sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi guru dan pengembang kurikulum.