Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembuatan Spray Serai Wangi Untuk Pencegahan Gigitan Nyamuk Dilingkungan Sondakan Rt2 Rw11 Surakarta Ardi Setyawan; Ricard Nixon Holo; Sharone Debora Rengkuan; Yokebet Yokebet; Nurul Syazwani
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.257

Abstract

Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Surakarta dengan Case Fatality Rate mencapai 1,67% pada tahun 2025 menuntut adanya pengendalian vektor penyakit yang jauh lebih aman untuk digunakan oleh masyarakat apabila dibandingkan dengan insektisida kimia yang berbahan dasar DEET. Penggunaan tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus L.) yang memiliki kandungan senyawa sitronelal dan geraniol menawarkan potensi yang sangat besar sebagai repelan alami yang terbukti efektif dan memiliki risiko kesehatan yang minim. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Sondakan melalui sebuah pelatihan pembuatan spray anti nyamuk dengan menerapkan metode Participatory Action Research (PAR). Realisasi dari kegiatan ini memiliki fokus utama pada alih teknologi sederhana yang mencakup tahapan penakaran bahan-bahan, proses pencampuran bahan baku, hingga tahap akhir berupa pengemasan produk yang kemudian dievaluasi secara langsung melalui uji keterampilan dan uji organoleptis terhadap produk yang dihasilkan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa para peserta pelatihan telah mampu memproduksi sediaan repelan yang homogen dan sangat sesuai dengan standar yang ditetapkan melalui penerapan metode demonstrasi. Sebagai kesimpulannya, peningkatan keterampilan warga melalui program ini diharapkan dapat menjadi sebuah solusi preventif mandiri yang bersifat ekonomis dan juga berkelanjutan guna menekan secara maksimal laju penyebaran penyakit DBD di lingkungan pemukiman masyarakat.