Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang masih banyak memanfaatkan metode konvensional yang berpusatkan pada guru, sehingga partisipasi peserta didik belum optimal. Seiring dengan penerapan kurikulum merdeka yang mengutamakan aktivitas belajar yang partisipatif dan berfokus pada siswa, model Project Based Learning dinilai releven untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan proses implementasi model Project Based Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat, serta menganalisis keterlibatan dan respon peserta didik SMA Baitul Arqom Balung. Artikel ini mengnunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBl dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu: tahap pelaksanaan, perencanaan, dan evaluasi. Penerapan PjBl ini mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Faktor yang mendukung penerapan PjBl ini antara lain pemanfaatan teknologi digital sebagai media proyek, perencanaan pembelajaran yang sistematis, serta peran guru sebagai fasilitator. Adapun faktor penghambatnya yaitu perbedaan karakter peserta didik, rendahnya kreativitas siswa,serta keterbatasan sarana dan prasarana. Implementasi model Project Based Learning ini sangat efektif untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual, partisipatif, dan pembelajaran yang lebih bermakna.