Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Training, Work Environment, Esprit de Corps, and Competence on Combat Readiness Marsono Marsono; H.M. Kemalsyah
Jurnal Pertahanan: Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v11i2.19909

Abstract

Personnel combat readiness is the main focus of the Indonesian Air Force units in carrying out their main tasks. Air Squadron 15 (Iswahjudi Air Force Base) is one of the Indonesian Air Force units that is expected to have maximum personnel combat readiness, but in reality, the combat readiness of personnel in this unit is not yet optimal. Personnel combat readiness can be influenced by various factors. This study used a quantitative method with a sample size of 59 people, and data analysis was carried out using path analysis techniques. The results of the study showed that training has a direct positive effect on combat readiness, the work environment had a direct positive effect on combat readiness, and environmental factors had a direct positive effect on combat readiness. Esprit de corps had a direct positive effect on combat readiness, and competence had a direct positive effect on combat readiness. Furthermore, training had a direct positive effect on competence, the work environment had a direct positive effect on competence, esprit de corps had a direct positive effect on competence, and training had a direct positive effect on esprit de corps. It is recommended that Air Squadron 15 improve the combat readiness of personnel by increasing and improving the training process, work environment, esprit de corps, and personnel competence. In addition, further research is needed on the combat readiness of personnel by considering other relevant aspects. It is recommended that the Indonesian Air Force leaders in air units increase the combat readiness of their personnel by adding/improving the variables that influence it.
PENETAPAN AIR DEFENCE IDENTIFICATION ZONE (ADIZ) DALAM RANGKA MENDUKUNG KEDAULATAN WILAYAH UDARA NASIONAL Marsono Marsono; Deni D.A.R.
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v8i2.394

Abstract

Salah satu aspek penataan ruang udara yang berkaitan dengan kedaulatan wilayah udara nasional adalah dengan menetapkan Air Defence Identification Zone (ADIZ) yang dibentuk atas dasar pertimbangan keamanan, khususnya untuk keperluan identifikasi pesawat udara asing.  ADIZ Indonesia yang telah ditetapkan pada saat ini belum ideal, karena masih berada di atas pulau Jawa dan sekitarnya, yang masih belum memadai dihadapkan pada luas wilayah Indonesia. Untuk itu dilakukan penelitian tentang hal tersebut dengan tujuan untuk menganalisis kondisi ADIZ Indonesia saat ini, upaya-upaya apa yang telah dilakukan untuk menetapkan kembali ADIZ Indonesia agar dapat mendukung kedaulatan wilayah udara nasional, dan ketentuan penetapan ADIZ yang sesuai dengan hukum udara Internasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ADIZ Indonesia saat ini berada di wilayah udara sebagian kecil Sumatera Selatan, Jawa dan Madura, Bali, Lombok dan sebagian kecil Pulau Sumbawa bagian barat, tidak berada di luar wilayah laut teritorial (ZEE). Upaya-upaya untuk menetapkan kembali wilayah ADIZ Indonesia telah dilaksanakan melalui forum diskusi atau FGD yang diselenggarakan di BNPP, dan penetapan ADIZ Indonesia sudah berdasarkan hukum kebiasaan internasional saat itu.Kata Kunci: ADIZ, identifikasi pesawat, kedaulatan wilayah udara, hukum udara