This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bahasa Rupa
Azwar Riza Habibi
Teknik Informatika, Teknologi dan Desain, Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Motif Batik Modern Berdasarkan Relief Ornamentasi Nadiswara Candi Singosari Malang Nicholaus Wayong Kabelen; Azwar Riza Habibi
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Bahasa Rupa Desember 2025
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v9i1.1940

Abstract

Transformasi relief candi ke dalam motif batik telah banyak dilakukan, namun sebagian besar penelitian masih menekankan adaptasi dekoratif tanpa analisis konseptual mengenai transformasi visual dan makna simboliknya. Penelitian ini bertujuan mengkaji perancangan motif batik modern berbasis relief Nadiswara dan ornamen kepala Kala Candi Singosari Malang dengan menitikberatkan pada proses transformasi morfologi dan reinterpretasi simbolik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif berbasis praktik desain melalui tahapan observasi visual, analisis morfologi bentuk, stilasi motif, serta pengembangan komposisi batik. Landasan teoritis menggunakan pendekatan bahasa rupa dan semiotika visual untuk memahami proses translasi ikonografi sakral ke dalam desain tekstil kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stilasi mengubah elemen relief tiga dimensi menjadi sistem ornamen dua dimensi dengan tetap mempertahankan penanda visual utama seperti kontur ekspresif, ritme dekoratif, dan atribut simbolik. Integrasi ikonografi Nadiswara dan Kala menghasilkan sistem visual khas yang menyeimbangkan simbol proteksi kosmologis dan spiritualitas Siwaistik. Penelitian ini berkontribusi pada kajian desain budaya melalui pengajuan kerangka konseptual pengembangan motif berbasis heritage yang melampaui adaptasi dekoratif menuju reinterpretasi visual dan negosiasi kultural. Temuan ini menegaskan potensi batik sebagai medium revitalisasi warisan arkeologis dalam konteks fashion kontemporer.