Alfiandy Warih Handoyo
Sultan Ageng Tirtayasa University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Kantong Karir Sebagai Layanan Informasi Untuk Perencanaan Karir Siswa Kelas XI MAN 1 Kota Serang Wafiq Ajizah; Alfiandy Warih Handoyo; Lenny Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 2 No. 2 (2024): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v2i2.381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media permainan kantong karir yang layak sebagai sarana pemberian layanan informasi untuk membantu perencanaan karir siswa kelas XI MAN 1 Kota Serang. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 10% siswa memiliki tingkat perencanaan karir rendah, 75% sedang, dan 15% tinggi. Hal ini mengindikasikan masih diperlukannya layanan untuk membantu meningkatkan perencanaan karir siswa. Hasil validasi ahli materi, media, dan praktisi menunjukkan bahwa media kantong karir sangat layak digunakan dengan persentase kelayakan masing-masing media sebesar 100%, materi 80%, dan praktisi 100%. Kemudian rata-rata keseluruhan sebesar 93%. Pada uji coba terbatas, terjadi peningkatan skor perencanaan karir siswa antara sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) menggunakan media kantong karir. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (Z=-2,805; p=0,005), yang berarti penggunaan media kantong karir efektif dalam meningkatkan perencanaan karir siswa. Peningkatan perencanaan karir terlihat dari meningkatnya pemahaman siswa mengenai potensi diri, arah pilihan karir yang sesuai, serta kemampuan dalam mengambil keputusan karir. Dengan demikian, media permainan kantong karir yang dikembangkan terbukti layak dan efektif digunakan sebagai sarana pemberian layanan informasi untuk membantu meningkatkan perencanaan karir siswa kelas XI MAN 1 Kota Serang. Media ini dapat menjadi alternatif bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan bimbingan karir yang menarik dan efektif.
Perbandingan Kematangan Karier Siswa Berdasarkan Keikutsertaan Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang Hafidz Maulana Syamputra; Arga Satrio Prabowo; Alfiandy Warih Handoyo
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.740

Abstract

Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier. Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.