Ganyong adalah tanaman pangan lokal yang berpotensi sebagai alternatif tanaman pangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan guna mengetahui efek pengocoran poc kelinci dan dosis KCl serta interaksi antara kedua pupuk tersebut pada fase pertumbuhan tanaman ganyong (Canna edulis Ker.) varietas lokal. Penelitian berlangsung di KB-TPH Tohudan, Desa Merten, Kelurahan Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor perlakuan yakni pertama konsentrasi poc urin kelinci (0, 150, 200, 250 ml/L) dan kedua dosis KCl (0, 5, 7,5, 10 g/tanaman) dengan total 16 kombinasi dan di ulang dengan 3 kali ulangan sehinnga didapat 48 total unit percobaan. Parameter yang diamati jumlah daun, jumlah anakan, panjang lebar daun, tinggi tanaman,diameter batang, panjang akar dan berat basah berangkasan. Hasil dari penelitian ini poc urin kelinci memiliki efek nyata di pengamatan panjang akar dan berat basah brangkasan. perlakuan konsentrasi poc terbaik terdapat pada konsentrasi 250 ml/L untuk panjang akar dan 200 ml/L untuk berat basah. Pemberian pupuk KCl juga memiliki pengaruh positif pada tinggi dan anakan ganyong dengan dosis terbaik di 10 g/tanaman untuk hasil rata-rata terbaik. Aplikasi pupuk urin kelinci dan pupuk KCl mampu memberi pengaruh optimal pada fase vegetatif tanaman ganyong varietas lokal, meskipun kombinasi keduanya belum menunjukkan hasil yang baik. Hasil dari penelitian ini diharap dapat jadi acuan bagi petani dan khalayak umum dalam pemanfaatan poc urin kelinci dan KCl dalam meningkatkan produktivitas tanaman ganyong sebagai salah satu tanaman yang berkesempatan memiliki potensi sebagai tanaman pangan alternatif selain tanaman pangan pokok yang sering di konsumsi di Indonesia.