Produktivitas cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) seringkali tidak memadai karena keterbatasan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi dan kondisi lingkungan yang berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyelidiki dampak dosis elisitor Biosaka terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai merah keriting; (2) menilai pengaruh dosis PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai merah keriting; dan (3) menguji interaksi antara elisitor Biosaka dan PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai merah keriting. “Penelitian ini dilakukan dari tanggal 10 April hingga 20 Juli 2025, di Dusun Kebak Kalang, Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, pada ketinggian sekitar ±150 m di atas permukaan laut, dengan karakteristik tanah grumusol. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) faktorial dengan tiga ulangan, menghasilkan total 96 unit percobaan polybag. Faktor awal adalah elisitor Biosaka pada konsentrasi 0, 0,83, 1,66, dan 2,5 ml/liter, sedangkan faktor selanjutnya adalah PGPR pada dosis 0, 7,5, 15, dan 22,5 ml/tanaman. Data dievaluasi menggunakan analisis varians (ANOVA), diikuti oleh uji Honestly Significant Difference (HSD) pada ambang batas signifikansi 5% bila ditemukan perbedaan yang signifikan. Kriteria yang diukur meliputi tinggi tanaman, pigmentasi daun, durasi pembungaan, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, massa buah, dan sisa buah per tanaman. Hasil menunjukkan bahwa Biosaka dan PGPR tidak memberikan pengaruh signifikan pada parameter yang dapat diamati, dan tidak ditemukan interaksi antara Biosaka dan PGPR.