Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menyusun strategi bisnis yang efektif dan berkelanjutan. Kondisi tersebut menegaskan perlunya intervensi dari perguruan tinggi melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan agar UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui penerapan Business Model Canvas (BMC) sebagai kerangka strategi bisnis yang sederhana namun komprehensif. Mitra PKM adalah kelompok anak muda yang mengembangkan usaha kriya berupa kerajinan tangan rajutan, seperti bunga, gantungan kunci, dan produk hias lainnya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelatihan teori, praktik penyusunan BMC, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengidentifikasi sembilan blok utama dalam BMC yang relevan dengan kondisi usaha mereka, meliputi segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber daya utama, aktivitas kunci, kemitraan utama, dan struktur biaya. Pendampingan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mitra tentang pentingnya model bisnis yang terstruktur, tetapi juga mendorong kemampuan mereka dalam mengidentifikasi peluang baru, memperbaiki kelemahan, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Kegiatan PKM ini menguatkan argumen bahwa BMC merupakan instrumen yang sederhana namun komprehensif untuk membantu pelaku usaha memahami, memetakan, dan mengembangkan model bisnis sehingga dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan tangan.