Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMASARAN MADU MAKIN MANIS DENGAN KEAHLIAN MEDIA SOSIAL Mei Ie; Salsabilla Ayundha Martsha Buana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35617

Abstract

W Trigona Honey MSME in North Lombok is a business engaged in the cultivation of high quality trigona honey. However, there are certainly major challenges faced, namely limitations in the utilisation of digital marketing and effective business management. Currently, sales are still limited to the local market due to a lack of skills in utilising social media and digital-based marketing strategies. In fact, the development of digital technology and the increasing number of social media users in Indonesia offer great opportunities for MSMEs to expand their market reach. The Community Service Programme (PKM) conducted by the Untar PKM Team aims to help Trigona Honey W MSMEs in improving digital marketing competencies, social media management, and understanding of sustainable entrepreneurship. This activity includes workshops that discuss online marketing strategies, the use of social media platforms such as Instagram, Facebook, and Tiktok, as well as the creation of interesting content. In addition, the training also covered market analysis, business planning, financial management, and branding strategies to improve product competitiveness. The results of this activity show that participants gained new insights as well as skills that can be implemented in their businesses. With more optimal utilisation of social media and the implementation of effective marketing strategies, W Trigona Honey MSMEs are expected to increase brand awareness, reach a wider market, and strengthen their competitiveness in the honey industry.   ABSTRAK UMKM Madu Trigona W di Lombok Utara merupakan usaha yang bergerak dalam budidaya madu trigona dengan kualitas tinggi. Namun, pastinya terdapat tantangan utama yang dihadapi yaitu keterbatasan dalam pemanfaatan pemasaran digital dan manajemen bisnis yang efektif. Saat ini, penjualan masih terbatas pada pasar lokal karena kurangnya keterampilan dalam memanfaatkan media sosial dan strategi pemasaran berbasis digital. Padahal, perkembangan teknologi digital dan meningkatnya pengguna media sosial di Indonesia menawarkan peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan Tim PKM Untar ini bertujuan untuk membantu UMKM Madu Trigona W dalam meningkatkan kompetensi digital marketing, pengelolaan media sosial, serta pemahaman tentang kewirausahaan yang berkelanjutan. Kegiatan ini meliputi workshop yang membahas strategi pemasaran online, penggunaan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Tiktok, serta pembuatan konten yang menarik. Selain itu, pelatihan juga mencakup analisis pasar, perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, dan strategi branding untuk meningkatkan daya saing produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mendapatkan wawasan baru serta keterampilan yang dapat diimplementasikan dalam bisnis mereka. Dengan pemanfaatan media sosial yang lebih optimal dan penerapan strategi pemasaran yang efektif, UMKM Madu Trigona W diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, menjangkau pasar yang lebih luas, dan memperkuat daya saingnya di industri madu.
MENEMUKAN JIWA ENTREPRENEUR SISWA MELALUI PENDEKATAN BRAIN COLOR Mei Ie; Salsabilla Ayundha Martsha Buana
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.37034

Abstract

The introduction and development of entrepreneurial skills since school can provide better provisions for students to face the world of work and even create jobs independently. One approach that is often used to recognise personality related to entrepreneurship is the brain colour approach. This approach divides a person's personality into four groups, namely: blue, yellow, green and orange. Each group has different ways of learning and tendencies. This method can be used in education to identify students' strengths and weaknesses. This can correlate with the development of entrepreneurial skills. Basically, entrepreneurship at a young age has goals such as giving children the opportunity to grow into a more creative person, giving lessons on how to handle a problem, and training children to be more confident. The objectives to be achieved from this community service activity are to provide new insights with the introduction of entrepreneurial characteristics to students and provide opportunities for students to get to know themselves better through brain colour measurement. ABSTRAK Pengenalan dan pengembangan keterampilan kewirausahaan sejak di bangku sekolah dapat memberikan bekal yang lebih baik kepada siswa untuk menghadapi dunia kerja dan bahkan menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Salah satu pendekatan yang sering digunakan untuk mengenal kepribadian yang berkaitan dengan kewirausahaan adalah pendekatan brain color. Pendekatan ini membagi kepribadian seseorang menjadi empat kelompok, yaitu: biru, kuning, hijau, dan jingga. Setiap kelompok memiliki cara mereka belajar dan kecenderungan yang berbeda. Metode ini dapat digunakan dalam pendidikan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa. Ini dapat berkorelasi dengan pengembangan keterampilan kewirausahaan. Pada dasarnya, kewirausahaan di usia muda memiliki tujuan seperti memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kreatif, memberikan pelajaran bagaimana menangani sebuah masalah, dan melatih anak untuk lebih percaya diri. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan wawasan baru dengan dilakukannya pengenalan mengenai karakteristik kewirausahaan kepada para siswa/I dan memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk lebih mengenal dirinya sendiri melalui pengukuran brain color.