Latar Belakang: Dermatitis Kontak Akibat Kerja (DKAK) merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai pada pekerja, khususnya yang berkontak langsung dengan bahan kimia. Penyebab dermatitis kontak pada pekerja bagian maintenance mesin pembangkit listrik adalah kontak dengan bahan kimia berupa minyak pelumas dan cairan pendingin. Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan DKAK pada pekerja bagian maintenance di PT PLN (Persero) UPDK Tello. Metode: Menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain studi case control. Populasi penelitian ini terbagi menjadi dua: populasi kasus dan populasi kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik exhaustive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 48 orang yang terdiri dari 16 orang sampel kasus dan 32 orang sampel kontrol. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan di PT PLN (Persero) UPDK Tello. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji rank spearman. Hasil: Lama kontak (p=0,000), masa kerja (p=0,013), dan riwayat penyakit kulit sebelumnya (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Sedangkan personal hygiene (p=0,687) dan penggunaan APD (p=0,490) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Kesimpulan: Lama kontak, masa kerja, dan riwayat penyakit kulit sebelumnya memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja sedangkan personal hygiene dan penggunaan APD tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Disarankan kepada pekerja agar selalu menggunakan APD yang lengkap dan sesuai standar, memerhatikan personal hygiene di tempat kerja, melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke dokter bagi pekerja yang mengalami gejala dermatitis.