Rismayanti Rismayanti
Departemen Epidemiologi, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS PADA ANAK PRA SEKOLAH DI KABUPATEN GOWA Auwlya Zhafitry Haris; Andi Arsunan Arsin; Rismayanti Rismayanti
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27722

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada anak adalah masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia dan telah menjadi epidemi global tak terkecuali Indonesia. Prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat dari 14,8% tahun 2013 menjadi 21,8% tahun 2018, Kabupaten Gowa adalah salah satu daerah dengan prevalensi obesitas pada anak yang tinggi yakni 13,27% tahun 2018 di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak pra sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah anak yang sekolah di TK Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu. Sampel dalam penelitian berjumlah 178 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square menggunakan Stata. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil anak yang mengalami obesitas sebanyak 48 orang (26,97%). Terdapat 92 orang (51,69%) yang berjenis kelamin laki-laki. Didominasi anak umur 6 tahun sebanyak 146 orang (82,02%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak pra sekolah yaitu tingkat pengetahuan ibu (p=0,016), riwayat keluarga (p=0,041) dan pekerjaan ibu (p=0,033). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu persepsi (p=0,232) dan pola asuh anak (p=0,070). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, riwayat keluarga, dan pekerjaan ibu dengan obesitas pada anak pra sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa. Diharapkan untuk para orang tua murid agar lebih rajin dalam mencari informasi kesehatan utamanya obesitas pada anak serta menerapkannya kepada anak dalam memilih makanan jajanan yang sehat dan pola konsumsi yang sehat.
DETERMINAN KEMATIAN IBU DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2020-2022 Firda Nurul Fadilah Farid; Nur Nasry Noor; Rismayanti Rismayanti
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31594

Abstract

Latar Belakang: Indonesia berada di posisi pertama dengan Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN, yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup. Kabupaten Polewali Mandar hanya menjadi salah satu penyumbang AKI terbanyak di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Mengetahui besar risiko usia ibu, pendidikan ibu, pendidikan suami, paritas, jenis kelamin, status anemia, riwayat penyakit, Antenatal Care, teknik bersalin, dan penolong persalinan terhadap kematian ibu. Metode: Jenis penenelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi case control. Sampel kasus sebanyak 39 dan kontrol sebanyak 117. Pengambilan sampel kontrol secara simpel random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Juli 2023 di 12 Puskesmas di Polewali Mandar. Analisis  data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan analisis Odds Rasio. Hasil: Usia ibu (OR=2,69 CI: 1,11-6,38), pendidikan ibu (OR=2,56 CI: 1,11-5,68), paritas (OR= 3,32 CI: 1,03-10,18), jarak kehamilan (OR=4,31 CI: 1,45-12,60), riwayat penyakit (OR=40,06 CI: 11,41-175,13). Antenatal Care (OR=4,48 CI: 1,93-10,28), dan teknik bersalin (OR=7,46 CI: 2,91-19,11) merupakan faktor risiko kematian ibu dan bermakna secara statistik. Sedangkan pendidikan suami (OR=1,73 CI: 0,78-3,85), status anemia (OR=1,41 CI: 0,35-4,80), dan penolong persalinan (OR=2,55 CI: 0,49-11,51) secara statistik bukan merupakan faktor risiko kematian ibu.  Kesimpulan: Usia ibu, pendidikan ibu, paritas, jarak kehamilan, riwayat penyakit, antenatal care, dan teknik bersalin merupakan determinan kematian ibu. Pemerintah harus meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, penginputan dan penyimpanan data menggunakan teknologi, dan diharapkan ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal secara teratur.