Latar Belakang: Pada akhir tahun 2018 muncul di media sosial sebuah pengobatan tradisional asal Indonesia bernama PAZ Al-Kasaw yang memiliki jargon pengobatan tanpa operasi, tanpa alat, tanpa obat, tanpa jimat. Penggunaan media sosial di bidang kesehatan sangat marak dilakukan, tapi belum ada penelitian yang membahas tentang peran media sosial terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional. Tujuan: Megetahui peran media sosial terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan PAZ Al- Kasaw di Rumah PAZTI Hasanuddin. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian ada 7 informan yang terdiri dari 5 pasien dan 2 keluarga pasien yang memanfaatkan pelayanan kesehatan PAZ Al-Kasaw di Rumah PAZTI Hasanuddin. Sumber informan ditentukan secara purposive sampling. Penelitian dilakukan di Rumah PAZTI Hasanuddin di bulan Juni-September 2023. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dan telaah dokumen yang dianalisa menggunakan metode content analysis. Hasil: Ditemukan bahwa media sosial sangat berperan dalam memberikan informasi kesehatan berupa testimoni orang yang menggunakan terapi PAZ Al-Kasaw, medsos sangat berperan menemukan pelayanan terapi PAZ Al-Kasaw dengan mudah yang dibantu dengan alat Google Maps. Media sosial kurang berperan dalam mempengaruhi perilaku kesehatan yang positif berupa mengerjakan terapi mandiri. Kesimpulan: Media sosial sangat berperan sebagai sumber informasi, menemukan layanan kesehatan, namun kurang berperan dalam mempengaruhi perilaku kesehatan yang positif. Diharapkan kepada pasien yang telah melakukan pelayanan kesehatan PAZ Al-Kasaw agar mengerjakan terapi mandiri secara rutin.