Latar Belakang: Kelelahan kerja adalah ciri kompleks yang tidak hanya melibatkan kelelahan fisik dan mental, tetapi juga berhubungan erat dengan penurunan kinerja fisik, motivasi dan produktivitas kerja pekerja. PT Pertamina Regional Sulawesi ITM merupakan salah satu perusahaan BUMN yang berpotensi memiliki risiko kelelahan yang tinggi karena beroperasi selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan energi BBM/LPG di kalangan masyarakat maupun industri. Tujuan: Mengetahui hubungan shift kerja dan karakteristik individu dengan kelelahan kerja PT Pertamina Regional Sulawesi ITM. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang bekerja dengan pola kerja 3 shift dengan besar sampel 52. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat satu varibel yang berhubungan yaitu variabel shift kerja. Hasil uji menunjukkan (p=0,001) shift kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja pada pekerja. Sedangkan variabel ritme sirkadian (p=0,423), status gizi (p=1,00) dan masa kerja (p=0,226) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja pada pekerja PT Pertamina Regional Sulawesi ITM. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa shift kerja memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja, sedangkan ritme sirkadian, status gizi, masa kerja tidak memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja pada pekerja PT Pertamina Regional Sulawesi ITM. Sehingga disarankan sebaiknya pekerja yang bekerja secara shift disarankan untuk tidur siang serta menyelesaikan pekerjaan sebelum jam 4 pagi, bagi perusahaan sebaiknya membuat kebijakan terkait shift kerja dengan pola rotasi maju dengan waktu libur rata-rata 1 hari/minggu.