Ida Leida Maria
Departemen Epidemiologi, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN KUALITAS HIDUP PENDERITA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR TAHUN 2023 Latifah Rahmaniah; Ida Leida Maria; Andi Zulkifli Abdullah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34942

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian. Stroke dapat menguji kemampuan fisik dan mental seseorang sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita stroke. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 212 pasien, adapun teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling sebanyak 164 sampel. Penelitian berlangsung pada tanggal 29 Februari-28 Maret 2024 di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah SSQOL (Stroke Spesific Quality Of Life) dan Kuesioner Dukungan Keluarga. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher. Hasil: Ada hubungan antara status pernikahan dengan kualitas hidup (p-value 0,001). Ada hubungan jenis stroke dengan kualitas hidup (p-value 0,000). Ada hubungan kecacatan fisik dengan kualitas hidup (p-value 0,000). Ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p-value 0,000). Sedangkan tidak ada hubungan lama stroke dengan kualitas hidup (p-value 0,525) dan tidak ada hubungan penyakit komorbid dengan kualitas hidup (p-value 0,353). Kesimpulan: Aspek kualitas hidup yang paling buruk adalah lingkungan karena pasien kurang percaya diri dengan kondisi yang dialami. Disarankan kepada pasien agar tetap optimis dan tidak putus asa serta tetap konsisten dalam menjalani pengobatan seperti terapi sehingga kecacatan yang dialami dapat disembuhkan.