Latar Belakang: Handover merupakan bentuk komunikasi efektif (SKP 2) yang dilakukan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, namun insiden keselamatan pasien masih terjadi di RSUD Kota Makassar selama 2022–2024. Oleh karena itu, komunikasi SBAR digunakan sebagai metode yang efektif untuk memastikan informasi handover disampaikan secara akurat, jelas, dan terorganisir. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara penerapan SBAR dengan kualitas pelaksanaan handover perawat di instalasi rawat inap RSUD Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Makassar dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 125 perawat. Analisis berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman untuk menganalisis hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan metode SBAR dan kualitas pelaksanaan handover perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Makassar, dengan nilai p = 0,000 (< α = 0,05) dan koefisien korelasi 0,745 yang mengindikasikan hubungan kuat dan positif. Sehingga semakin baik penerapan SBAR, semakin baik pula kualitas pelaksanaan handover perawat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat antara penerapan SBAR dan kualitas pelaksanaan handover perawat, dengan dimensi background dan efesiensi sebagai aspek terendah pada masing-masing variabel. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan supervisi oleh kepala ruangan serta penyusunan SOP handover berbasis SBAR di instalasi rawat inap.