Frekuensi pasien yang mengunjungi IGD semakin meningkat setiap tahunnya. Pasien yang memasuki ruang gawat darurat beresiko mengalami kecemasan. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan tertinggi, cara pembayaran, jenis penyakit (akut/kronis), dukungan keluarga, kategori triage, dan waktu tunggu. Dampak kecemasan dapat berdampak negatif terhadap keadaan fisik dan psikologis pasien di IGD. Terapi relaksasi Benson telah terbukti dalam beberapa penelitian efektif mengurangi kecemasan pada pasien. Namun, belum ada penelitian tentang efektivitas terapi relaksasi Benson untuk pasien kecemasan di instalasi gawat darurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap tingkat kecemasan pasien IGD di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Desain penelitian ini adalah quasi Experimen dengan metode one-group pre-test post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien di IGD RSU Diponegoro Dua Satu Klaten pada tahun 2024 yaitu 1442 pasien. Sampel sebanyak 34 orang dengan teknik purposive sampling. Intrumen menggunakan Zunk dan analisa data menggunakan wilcoxon. Hasil usia yaitu 19-44 tahun sebanyak 58,8%, jenis kelamin paling banyak laki-laki 52,9%, tingkat pendidikan SMA sebanyak 50%, dukungan keluarga paling banyak ayah sebanyak 52,9%, jenis pembayaran paling banyak BPJS 76,5%, jenis penyakit kronik sebanyak55,9%, kategori triage paling banyak ESI 3 sebanyak 55,9%, waktu tunggu triage cepat < 2 menit sebanyak 67,6%. Tingkat kecemasan pasien IGD sebelum terapi relaksasi Benson adalah kecemasan sedang sebanyak 47,1%, setelah menerima terapi relaksasi Benson kecemasan ringan sebanyak 52,9%. Terdapat pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap tingkat kecemasan pasien IGD dengan p value = 0,001.