Isnani Isnani
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar Negeri pada Perwujudan Program Adiwiyata di Pangkalpinang Isnani Isnani
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/hm2m4j53

Abstract

Fokus dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah dasar negeri dalam perwujudan program Adiwiyata di Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui gaya kepemimpinan kepala sekolah dasar negeri dalam perwujudan program adiwiyata di Pangkalpinang, 2) Mengetahui peran kepala sekolah dasar negeri dalam mendukung keberlanjutan pelaksanaan Program Adiwiyata di Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan, memverifikasi, dan memvaliditas data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukan : 1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri 30 dan SD Negeri 37 Pangkalpinang cenderung mengarah pada kepemimpinan transformasional, demokratis, dan visioner. Kepala sekolah di kedua institusi ini berhasil menginspirasi guru dan siswa dengan visi yang jelas tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Melalui pendekatan transformasional, mereka tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang peduli lingkungan. Gaya kepemimpinan demokratis memungkinkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan terkait program Adiwiyata, menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif. Kepemimpinan visioner tercermin dalam kemampuan mereka merencanakan kegiatan yang mendukung keberlanjutan, seperti program penghijauan. Dalam situasi tertentu, kepala sekolah juga dengan bijak mengadopsi gaya kepemimpinan lain sesuai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi, memastikan efektivitas pelaksanaan program, 2) Kepala sekolah memiliki peran yang penting dalam keberlanjutan program adiwiyata. kepala sekolah di SD Negeri 30 dan SD Negeri 37 Pangkalpinang dapat memotivasi dan menginspirasi guru serta siswa, yang terlihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan lingkungan. Kepala sekolah juga menjalin komunikasi yang terbuka antara kepala sekolah, staf, dan siswa menciptakan lingkungan kolaboratif, di mana semua pihak merasa memiliki tanggung jawab terhadap program tersebut. Selain itu, kepala sekolah juga proaktif dalam menyediakan fasilitas pendukung, seperti tempat sampah terpisah dan area penghijauan, yang berkontribusi pada keberhasilan program