Siti Sundariah
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI SAWERAN DALAM PROSESI PERNIKAHAN ADAT SUNDA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Siti Sundariah; Sholihin Shobroni; Mohamad Asrori Mulky
Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 6 No 2 (2021): Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam
Publisher : HIKAMUNA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara garis besar tradisi sawer pengantin dilakukan setelah selesai akad nikah, pasangan pengantin duduk di kursi yang disimpan di depan rumah mempelai wanita yang disaksikan ratusan pasang mata. Tempat yang digunakan untuk upacara sawer merupakan tempat terbuka yang biasa disebut tempat “panyaweran”. Upacara sawer diawali dengan mengucapkan ijab Kabul oleh penyawer, kemudian dilanjutkan dengan melantunkan syair/puisi sawer. Tradisi saweran adalah prosesi pemberian nasihat untuk kedua pengantin yang dilantunkan dengan cara disyairkan. Perkembangan Islam selalu dikaitkan dengan keadaan geografi atau kelokalan tertentu. Dimana Islam selalu mampu mewadahi seluruh aspek kehidupan di dalamnya, termasuk dalam menghadapi budaya lokal. Salah satu budaya sunda yang sangat erat dengan ajaran dam Hukum Islam adalah lagu-lagunya yang sangat menarik untuk dikaji, seperti lagu-lagu sawer pengantin. Hal tersebut merupakan bukti corak Islam sunda yang dibalut dengan kebudayaan setempat. Dengan demikian Islamisasi di tanah Sunda berlangsung dengan damai, tidak ada upaya untuk saling memaksa antara satu kepentingan golongan dengan golongan lain. Tujuan penulisan yakni agar mengetahui tentang makna dari tradisi saweran, mengetahui apasaja macam-macam upacara/prosesi pernikahan adat Sunda dan mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap tradisi saweran dalam pernikahan adat Sunda. Metode penelitian yang digunakan ialah metodologi kualitatif, dimana metode kualitatif lebih menekankan pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena tersebut.