Muh. Yusril
Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUKUM SYARAT ISTIBDĀL HARTA WAKAF MENURUT IMAM AL-SARKHASĪ AL-HANAFĪYYAH Ariesman M; RonnyMahmuddin; Muh. Yusril
Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 10 No 1 (2025): Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam
Publisher : HIKAMUNA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami pandangan hukum Imam al-Sarkhasī serta metode istinbāṭ hukum beliau mengenai persyaratan istibdāl pada harta wakaf. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini meliputi dua hal utama, yaitu: pertama, bagaimana pandangan hukum Imam al-Sarkhasī terkait persyaratan istibdāl pada harta wakaf, dan kedua, bagaimana metode istinbāṭ hukum yang digunakan oleh Imam al-Sarkhasī dalam menetapkan persyaratan istibdāl pada harta wakaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) berbasis analisis teks, merujuk pada sumber primer dan sekunder dalam khazanah fikih Hanafi. Pendekatan normatif-yuridis diterapkan untuk menelaah argumen hukum Imam al-Sarkhasī, sementara teknik analisis deduktif digunakan untuk menyimpulkan pola penalaran hukumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, Imam al-Sarkhasī (Mazhab Hanafiyyah) tidak membenarkan adanya persyaratan istibdāl pada harta wakaf, karena syarat tersebut dinilai tidak berpengaruh dalam menjaga kelestarian manfaat harta wakaf. Kedua, pembatalan syarat istibdāl dalam wakaf menurut Imam al-Sarkhasī (Mazhab Hanafiyyah) didasarkan pada argumentasi qiyās, di mana beliau menqiyaskan persyaratan tersebut dengan jual beli, merujuk pada dalil hadis yang diriwayatkan oleh ‘Āisyah ra.