Indah Permata Sari
Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Konselor dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Disabilitas Fisik Indah Permata Sari; Frischa Meivilona Yendi
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 3 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08408011

Abstract

Disabilitas fisik adalah gangguan, keterbatasan fisik dan aktivitas individu yang mengalami kerusakan dan kelemahan pada bagian fisiknya serta dapat menghambat individu dalam berpartisipasi di masyarakat. Siswa disabilitas fisik memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah sehingga membuatnya menarik diri dari lingkungan. Selain itu, kurangnya rasa percaya diri bagi siswa disabilitas mengakibatkan siswa terlalu menutup diri dengan orang lain, jarang berinteraksi dan sulit untuk mengaplikasikan kemampuannya. Hal ini menunjukan perlu adanya upaya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor untuk melakukan pengembangan pada praktik pelayanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kualitas atau potensi siswa disabilitas fisik dalam meningkatkan kepercayaan dirinya dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri siswa disabilitas fisih sehingga munculnya rasa tidak percaya diri yang membuatnya menarik diri dari lingkungan.
Resiliensi Pada Single Mother Setelah Kematian Pasangan Hidup Indah Permata Sari; Ifdil Ifdil; Frischa Meivilona Yendi
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08411011

Abstract

Peristiwa kematian pasangan hidup bisa menjadi hal yang tidak terduga bagi pasangan yang ditinggalkan. Kematian pasangan menjadi pemicu mengalami tekanan kesedihan dan emosional serta harus menerima kenyataan dengan status baru yang dimiliki yakni menjadi seorang single parent. Menjadi single parent menimbulkan banyak permasalahan baru bagi mereka yang menjalaninya, terkait masalah dalam hal ekonomi, sosial, dan urusan rumah tangga yang mana harus dikerjakan sendiri. Selain itu juga seorang single parent khususnya single mother harus mampu menjalani peran ganda sebagai ayah dan juga ibu bagi anak-anaknya. Hal ini menuntut seorang single mother memiliki kemampuan resiliensi untuk menghadapi segala persoalan. Resiliensi merupakan suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam hidup, karena kehidupan yang dijalani senantiasa diwarnai oleh ragam kondisi yang tidak dapat ditolak oleh individu baik kondisi menyenangkan ataupun sebaliknya.