Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Ingkung pada pernikahan di desa Sei Kamah kabupaten Asahan Sri Indah Islaini; Jufri Naldo; Nabila Yasmin
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 1 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/083774011

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah tradisi ingkung dalam pernikahan masyarakat jawa di desa sei kamah kabupaten asahan dan apa makna tradisi ingkung bagi yang melaksanakannya. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sejarah, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: Observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi budaya yang merupakan cara hidup sekelompok masyarakat berupa tingkah laku, kepercayaan, nilai-nilai dan simbol-simbol yang mereka terima dan wariskan melalui proses komunikasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ingkung telah ada sejak lama di wilayah Jawa dan setelah masyarakat Jawa bertransmigrasi ke wilayah Sumatera, tradisi tersebut berkembang dan bertahan secara turun temurun hingga terus dilakukan hingga saat ini. Tradisi Ingkung mempunyai makna dan maksud yang baik yaitu sebagai wujud mohon syafaat kepada Nabi dan selalu mengikuti ajaran Rasul serta wujud zikir diri untuk selalu bersujud memohon ampun dan pertolongan hanya kepada Allah SWT.
Kontribusi Lembaga Keagamaan dalam Mengurangi Kesenjangan Sosial Berdasarkan SDGs 10 di Sumatera Utara Fikri Ahmadi; Jufri Naldo; Fitriani Fitriani
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1124

Abstract

Kesenjangan sosial masih menjadi tantangan pembangunan di Sumatera Utara meskipun pertumbuhan ekonomi daerah terus berlangsung. Dalam masyarakat yang multireligius, lembaga keagamaan memiliki potensi strategis untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 10 mengenai pengurangan kesenjangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi lembaga keagamaan dalam mengurangi kesenjangan sosial serta mengidentifikasi bentuk kegiatan, persamaan nilai, perbedaan pendekatan, dan peluang kolaborasi antarlembaga keagamaan di Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi komparatif dan perspektif sosiologi agama. Data diperoleh melalui wawancara dengan enam tokoh agama, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, perbandingan temuan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keagamaan memiliki kesamaan nilai berupa keadilan, kasih sayang, solidaritas, penghormatan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan, filantropi, bantuan sosial, dan penguatan solidaritas masyarakat. Meskipun bentuk program dan dasar ajarannya berbeda, seluruh lembaga keagamaan berkontribusi terhadap pengurangan kesenjangan sosial. Kontribusi tersebut dapat ditingkatkan melalui kolaborasi yang terencana antara pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.