Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Hafalan Al-Qur'ȃn Terhadap Pengamalannya pada Pondok Tahfizh Al-Qur’ȃn di Kota Medan Mahfudin Arif Ridho; Syahrin Harahap
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086056011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hafalan Al-Qur’an terhadap pengamalan ayat-ayatnya di kalangan santri pondok tahfizh di Kota Medan. Pondok tahfizh yang diteliti terdiri dari lima tipe, yaitu pondok tahfizh tradisional, modern, rumah tahfizh, pesantren salafiyah, dan pesantren terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan angket. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara hafalan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hafalan Al-Qur’an berkontribusi secara signifikan terhadap empat aspek utama kehidupan santri, yakni peningkatan spiritualitas, pembentukan akhlak, peningkatan prestasi akademik, dan penguatan perilaku sosial. Meskipun demikian, santri menghadapi sejumlah hambatan, seperti manajemen waktu yang kurang efektif, gangguan lingkungan, niat yang tidak konsisten, serta distraksi teknologi. Pihak pondok tahfizh merespons tantangan ini melalui strategi pembinaan berbasis motivasi, penguatan lingkungan kondusif, pembatasan penggunaan teknologi, dan penyediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model pendidikan tahfizh yang tidak hanya berfokus pada kuantitas hafalan, tetapi juga pada kualitas pengamalan dalam kehidupan santri. Implikasinya, pondok tahfizh perlu merancang pendekatan yang lebih integratif agar mampu mencetak generasi Qur’ani yang unggul secara spiritual, intelektual, dan sosial
PREVENTION OF INSECURE ACCORDING TO THE QURAN: A STUDY OF STUDENTS AT THE DARUL HIKMAH MODERN ISLAMIC BOARDING SCHOOL Syaripa Hanum Ritonga; Syahrin Harahap
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 3 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20682229

Abstract

This study aims to examine the phenomenon of insecurity among students (santri) at Darul Hikmah Islamic Boarding School and to propose Qur‟anic-based solutions. A qualitative field research approach was employed, using observation, in-depth interviews, and documentation involving 30 students, 2 teachers, and 6 parents. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that insecurity among students is influenced by psychological vulnerability, social comparison, negative verbal experiences, and limited understanding of Islamic self-worth. Observations of religious activities such as halaqah and murāja„ah reveal increased self-awareness and inner calm, although some students continue to experience feelings of inferiority. Psychological impacts include reduced self-confidence and diminished learning engagement. The proposed Qur‟anic solutions emphasize strengthening awareness of human dignity, cultivating inner tranquility through worship, and fostering social ethics that prohibit humiliation and mockery. This study concludes that the Al-Qur’an functions not only as a moral guide but also as a relevant psychological resource for addressing insecurity within contemporary Islamic educational settings.
The Relevance of Ahmad Deedat's Thought on Interreligious Relations to the Needs of Contemporary Muslims Muhammad Hazil Kahar; Syahrin Harahap
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v7i1.14613

Abstract

Ahmad Deedat (1918-2005) is one of the most influential Islamic apologetic figures in modern Islamic history, who for more than five decades dedicated himself to building a methodology for understanding Islam in the domain of inter-religious relations. Despite his widespread recognition, a significant academic gap exists: no research has systematically examined the relevance of his thought to the needs of contemporary Muslims. This study aims to identify and analyze the relevance of Ahmad Deedat's thought to the needs of contemporary Muslims. Using a theological-comparative approach with a library research design and qualitative content analysis, the study examines 11 of Deedat's primary works alongside 9 academic studies about him, as well as wasathiyyah references as a framework for understanding contemporary Muslim needs. The findings show that Deedat's thought in the domain of inter-religious relation s encompassing dimensions of divinity, prophethood, scripture, salvation, and universal brotherhood has significant relevance to contemporary Muslim needs, particularly in building intellectual-apologetic capacity, affirming Islamic universalism, and democratizing theological knowledge. This relevance is selective: the substance of his thought is relevant, while his methodology of delivery requires adaptation suited to the context and needs of Muslims today. Ahmad Deedat (1918-2005) adalah salah satu figur apologetika Islam paling berpengaruh dalam sejarah Islam modern, yang selama lebih dari lima dekade mendedikasikan dirinya untuk membangun metodologi pemahaman Islam dalam wilayah hubungan antar agama-agama. Meskipun namanya dikenal luas, terdapat gap akademik yang signifikan: belum ada penelitian yang secara sistematis mengkaji relevansi pemikirannya terhadap kebutuhan umat Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis relevansi pemikiran Ahmad Deedat terhadap kebutuhan umat Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan teologis-komparatif dengan desain studi kepustakaan dan metode analisis isi (content analysis) kualitatif, penelitian ini menelaah 11 karya primer Deedat bersama 9 kajian akademik tentangnya, serta referensi wasathiyyah sebagai kerangka untuk memahami kebutuhan umat Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Deedat dalam wilayah hubungan antar agama-agama yang mencakup dimensi ketuhanan, kenabian, kitab suci, keselamatan, dan persaudaraan universal memiliki relevansi yang signifikan terhadap kebutuhan umat Islam kontemporer, khususnya dalam membangun kapasitas intelektual-apologetik, menegaskan universalisme Islam, dan mendemokratisasikan pengetahuan teologi. Relevansi tersebut bersifat selektif: substansi pemikirannya relevan, sementara metodologi penyampaiannya memerlukan adaptasi yang disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan umat Islam masa kini.