Henny Yustisia
Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi keberhasilan website sekolah dengan pendekatan delone dan McLean di SMA Muttaqin Kholis Ali; Henny Yustisia
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036282000

Abstract

Website sekolah merupakan salah satu sarana penting dalam mendukung transparansi informasi, komunikasi, serta pelayanan akademik. Namun, keberhasilan implementasinya perlu dievaluasi agar dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan website SMA Negeri 1 Batang Angkola dengan menggunakan model DeLone dan McLean (2003) yang mencakup enam dimensi utama: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Responden penelitian terdiri atas siswa, guru, orang tua, dan staf sekolah yang secara aktif menggunakan website. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta memenuhi syarat validitas konvergen dan diskriminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem (β = 0,41; p < 0,001) dan kualitas informasi (β = 0,27; p < 0,001 terhadap penggunaan; β = 0,35; p < 0,001 terhadap kepuasan) berpengaruh signifikan terhadap penggunaan dan kepuasan pengguna. Sebaliknya, kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan (β = 0,09; p = 0,262), namun tetap berkontribusi pada kepuasan. Selanjutnya, penggunaan (β = 0,33; p < 0,001) dan kepuasan (β = 0,42; p < 0,001) terbukti berpengaruh signifikan terhadap manfaat bersih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan website sekolah terutama ditentukan oleh kualitas sistem dan kualitas informasi. Faktor kontekstual, seperti keterbatasan infrastruktur internet pedesaan dan literasi digital orang tua, juga memengaruhi efektivitas implementasi. Hasil penelitian memberikan kontribusi teoritis dalam memperkuat model DeLone & McLean serta rekomendasi praktis bagi pengelola sekolah untuk meningkatkan kualitas sistem, memperbarui informasi secara konsisten, melatih admin, dan mendorong literasi digital orang tua.
Evaluasi pelaksanaan pembangunan gedung SMK pusat keunggulan secara swakelola: studi kasus sekolah menengah kejuruan Diki Astarino; Henny Yustisia
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036325000

Abstract

Pembangunan Gedung SMK Pusat Keunggulan di SMK Negeri 3 Batam dilaksanakan secara swakelola pada periode Juni hingga Oktober 2024 dengan tujuan menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang representatif serta sesuai standar pendidikan vokasi berbasis industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek dari aspek biaya, waktu, mutu, administrasi, dan keselamatan kerja (K3). Metode yang digunakan adalah studi dokumentasi dan observasi lapangan, meliputi analisis dokumen perencanaan, progres mingguan, laporan administrasi, serta hasil pengujian mutu material. Hasil menunjukkan bahwa proyek diselesaikan tepat waktu dengan deviasi mingguan antara –6,32% hingga +5,55%, efisiensi biaya ±1,35% dari total anggaran Rp 850.000.000, dan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi SNI 2847:2019. Aspek administrasi tercatat lengkap dan akuntabel, sedangkan penerapan K3 dilaksanakan dengan penyediaan Alat Pelindung Diri dan pengawasan rutin meski masih menghadapi kendala kepatuhan pekerja. Keberhasilan proyek didukung oleh keterlibatan aktif pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat lokal, sedangkan hambatan utama berupa keterlambatan pencairan dana, cuaca, dan keterbatasan tenaga teknis berhasil diatasi melalui koordinasi dan strategi percepatan pekerjaan. Kesimpulannya, pelaksanaan pembangunan secara swakelola terbukti efektif dan efisien, serta berhasil mencapai tujuan penyediaan sarana pendidikan yang sesuai standar konstruksi dan vokasi.