Masalah kesehatan masih meluas di Indonesia, seperti penyakit menular yang dapat dicegah dengan rangkaian vaksin dasar yang lengkap. Sebagai salah satu intervensi kesehatan publik yang paling unggul dalam aspek biaya dan hasil, imunisasi berperan vital dalam mengeradikasi penyakit menular. Upaya ini terbukti efektif menekan mortalitas yang disebabkan oleh berbagai infeksi berbahaya, mulai dari polio dan tuberkulosis hingga komplikasi berat seperti sindrom rubella kongenital, pneumonia, dan meningitis. Dalam konteks ini, partisipasi ibu dalam jadwal vaksinasi sangat penting, yang memerlukan pemahaman tentang imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan penyelesaian imunisasi rutin pada bayi berusia 10–18 bulan di wilayah layanan Pusat Kesehatan Masyarakat Soropia, Kabupaten Konawe. Penelitian ini adalah penelitian analitis yang menggunakan pendekatan penelitian cross-sectional. Populasi studi mencakup ibu dengan bayi berusia 10–18 bulan yang terdaftar di wilayah pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat Soropia, Kabupaten Konawe, selama tiga bulan sebelumnya (Juni–Agustus 2025), dengan total 194 ibu. Peneliti menggunakan strategi sampling purposif untuk memilih 65 peserta. Peneliti menggunakan uji Chi-Square untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pelaksanaan imunisasi rutin. Nilai p untuk pengetahuan adalah 0,013 dan nilai p untuk dukungan keluarga adalah 0,001. Penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan dan dukungan keluarga berkaitan dengan pelaksanaan imunisasi rutin pada bayi berusia 10 hingga 18 bulan di wilayah pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat Soropia.