Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana media alternatif Project Multatuli membingkai isu kerusakan lingkungan dalam pemberitaannya terkait proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, penelitian ini menelaah konstruksi wacana berdasarkan empat struktur yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Analisis dilakukan terhadap lima berita yang tergabung dalam serial #IbuKotaBaruUntukSiapa yang diterbitkan oleh Project Multatuli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project Multatuli secara konsisten membingkai proyek pembangunan IKN sebagai isu yang sarat dengan ketimpangan lingkungan dan ketidakadilan sosial. Secara struktur sintaksis, Project Multatuli membangun narasi yang berpihak kepada masyarakat terdampak melalui headline provokatif, lead naratif, kalimat aktif, dan penutup emosional yang menekankan posisi warga sebagai korban sekaligus agen perlawanan. Pada struktur skrip, penyusunan kronologi konflik menonjolkan unsur what dan who, dengan fokus pada isu penggusuran, kriminalisasi, serta peran masyarakat lokal dan aparat negara. Secara tematik, kerusakan lingkungan sebagai tema utama pemberitaan pembangunan IKN, yang kemudian diperluas menjadi narasi sosial-ekologis melalui dampak terhadap ruang hidup, mata pencaharian, dan hak-hak masyarakat lokal. Terakhir, struktur retoris menunjukkan Project Multatuli membangun narasi perlawanan terhadap proyek IKN melalui penggunaan leksikon kritis, metafora, grafis, dan idiom yang memperdalam kesan ketimpangan dan penderitaan warga. Peneliti menyarankan agar Project Multatuli tetap mengedepankan keberimbangan informasi dengan melibatkan perspektif pemerintah untuk memperkuat kredibilitas jurnalisme advokasinya. Selain itu, serial #IbuKotaBaruUntukSiapa sebaiknya diproduksi secara berkala setiap tahun untuk menjaga kesinambungan narasi dan dokumentasi perkembangan isu.