Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Realitas Sosial Masyarakat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dalam Episode “Menanti Cahaya di Pulau Timor” Program Tapal Batas LPP TVRI Nasional Ririn Ariana; Nunik Hartoyo; Gema Bakry
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2837

Abstract

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat 10.068 wilayah di Indonesia belum teraliri listrik dengan sebagian besar di antaranya terletak di Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. TVRI Nasional mengangkat isu tersebut melalui program Tapal Batas: Menanti Cahaya di Pulau Timor. LPP TVRI memiliki hubungan erat dengan pemerintah sebagaimana operasionalnya diatur dalam undang-undang dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana realitas sosial masyarakat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur direpresentasikan dengan menggunakan teknik analisis wacana kritis Norman Fairclough yang berfokus pada tiga dimensi utama: teks, praktik wacana, dan praktik sosikultural. Hasil menunjukkan, teks yang ditampilkan dalam tayangan bersikap hati-hati dan berusaha mengalihkan masalah ketimpangan menjadi pembangunan simbolik yang dilakukan pemerintah, praktik wacana dalam redaksi Tapal Batas tunduk pada struktur organisasi yang menumbuhkan sikap hati-hati dalam memproduksi narasi, serta sosiokultural yang selaras dengan kepentingan citra pemerintah dalam pemerataan pembangunan. Tapal Batas merepresentasikan realitas sosial bukan sebagai refleksi objektif, melainkan sebagai konstruksi wacana muncul dari ideologi dominan