Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi berbasis Microsoft Access yang dirancang guna meningkatkan ketepatan, keteraturan, dan efisiensi administrasi pada usaha Laundry. Sistem ini difokuskan untuk mempermudah pencatatan transaksi, memantau arus keuangan, serta mendukung proses perhitungan laba dan rugi secara lebih menyeluruh. Latar belakang pengembangan sistem berkaitan dengan berbagai kendala pencatatan manual yang sering menimbulkan inkonsistensi data, kesalahan perhitungan, keterlambatan penyusunan laporan, serta kurangnya keunggulan informasi bagi pemilik usaha dalam mengambil keputusan operasional harian. Microsoft Access dipilih karena menawarkan fleksibilitas tinggi, kemudahan penggunaan, dan kemampuan pengelolaan data yang sesuai bagi usaha kecil dan menengah tanpa memerlukan infrastruktur yang kompleks atau biaya implementasi yang besar. Metode penelitian dilakukan melalui studi lapangan yang mencakup observasi terhadap alur kerja operasional, wawancara dengan pemilik usaha, dan analisis dokumen transaksi untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem secara komprehensif. Berdasarkan temuan tersebut, sistem dirancang dengan fitur pencatatan transaksi pelanggan, pengelolaan data pelanggan, penyimpanan database terstruktur, serta fasilitas pengeditan, penghapusan, dan pembuatan laporan keuangan sesuai kebutuhan pemilik usaha. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem informasi ini mampu meningkatkan akurasi pencatatan, mempercepat proses pengolahan data, dan memudahkan pemilik usaha dalam memantau kondisi keuangan secara lebih efektif. Selain itu, sistem membantu mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual dan meminimalkan risiko kehilangan data. Secara keseluruhan, pengembangan sistem ini memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan efisiensi, kualitas, dan keunggulan pengelolaan data pada usaha Laundry, serta memperkuat dasar pengembangan fitur lanjutan untuk mendukung keberlanjutan operasional. Tambahan fungsi analisis sederhana juga memungkinkan pemilik usaha mengevaluasi kecenderungan transaksi dan memahami pola operasional secara lebih mendalam pada setiap periode pelaporan.