Pertumbuhan kebutuhan bandwidth yang besar pada jaringan perkotaan menuntut infrastruktur transmisi data yang handal dan berkecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa sistem transmisi data menggunakan fiber optik pada Metropolitan Area Network (MAN) melalui kajian komparatif berbasis simulasi OptiSystem. Parameter yang dievaluasi meliputi throughput, latency, Bit Error Rate (BER), serta faktor-faktor yang mempengaruhi performa sistem. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis dua jurnal implementasi fiber optik: jaringan FTTH-GPON dengan bit rate 2.4 Gbps untuk jarak hingga 4.285 km, dan jaringan multimode OM4 dengan bit rate 10.5 Gbps untuk jarak maksimal 143.8 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua sistem mampu mencapai throughput target dengan nilai BER berkisar 10⁻⁸¹ hingga 10⁻¹⁰³, jauh melebihi standar komunikasi optik (10⁻⁹). Nilai Q-Factor yang diperoleh berkisar 19.05-21.57, melampaui standar minimum (6). Rise Time Budget menunjukkan nilai 0.029 ns dengan propagasi delay < 50 μs untuk jarak < 10 km, sangat suitable untuk aplikasi real-time. Faktor kritis yang mempengaruhi performa meliputi Power Link Budget (margin minimum 9 dB), redaman total (< 15 dB), dispersi kromatik dan modal, konfigurasi komponen pasif, panjang gelombang operasi, serta faktor environmental. Validasi menunjukkan deviasi simulasi OptiSystem dengan pengukuran lapangan < 0.3 dB, membuktikan akurasi tool sebesar 98.7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fiber optik dengan proper design dapat memenuhi Quality of Service (QoS) untuk aplikasi mission-critical pada jaringan MAN dengan reliabilitas tinggi, scalability optimal, dan error correction overhead minimal