Teguh Widodo
Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Hidup Bersih dan Sehat Keluarga pada Anak dengan Kondisi Stunting di Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru Berliana Simanjuntak; Teguh Widodo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i2.2012

Abstract

Masalah kesehatan yang dihadapi oleh anak cukup kompleks dan bervariasi hal ini berkaitan dengan kebiasaan perorangan/Individu itu sendiri. Hal ini tidak lepas dari peran orangtua yang mana menjadi guru pertama bagi anak dalam menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat. Orangtua memiliki peranan dalam mendidik, menjadikan panutan bagi anak, memberi nasehat kepada anak serta memperhatikan kesehatan anak dan membentuk kebiasaan yang baik dalam menjaga kebersihan. Tingkat pendidikan orangtua juga turut berpengaruh dalam pertumbuhan anak terutama bagi kesehatan. Anak yang terlahir dari orangtua dengan tingkat pendidikan yang tinggi tidaklah sama dengan anak yang terlahir dengan tingkat pendidikan rendah, hal ini bias jika dilihat dari berbagai aspek seperti mental, tanggung jawab, kecermatan, pola asuh dll. Kesehatan masyarakat, istilah yang tampak sederhana, mencakup semua kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk memastikan kondisi di mana orang dapat tetap sehat. Untuk mencapai hal ini, praktik kesehatan masyarakat bersifat multidisiplin, menggabungkan keterampilan, pengetahuan, sikap dan pandangan dunia dari berbagai kelompok profesional yang terlibat. Banyak aktor berkontribusi pada upaya kesehatan, tetapi ini berbeda dari kedokteran karena kesehatan masyarakat berfokus pada kelompok dan komunitas daripada individu. Namun, masyarakat terdiri dari individu dan kurangnya perawatan mempengaruhi kesehatan masyarakat. Stunting diukur sebagai status gizi, dengan mempertimbangkan tinggi atau tinggi badan bayi, usia, dan jenis kelamin. Praktek tidak mengukur tinggi badan dan tinggi badan anak di bawah lima tahun di masyarakat membuat stunting sulit dikenali hal tersebut membuat stunting menjadi salah satu focus target perbaikan gizi di dunia sampai tahun 2025. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yaitu Orang Tua yang memiliki anak dengan kondisi Stunting di Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Penulis menggunakan metode Purposive Sampling. Instrumen data adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kondisi stunting disebabkan oleh PHBS yang kurang diterapkan di dalam rumah tangga beserta faktor penyebab lain nya. Serta orang tua yang ada di Kecamatan Lima Puluh memiliki Upaya Pencegahan dan Upaya Pemulihan pada anak dengan kondisi Stunting.
Strategi Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Kodim Kota Pekanbaru Agnes Dewina Simarmata; Teguh Widodo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i2.2013

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang termasuk dalam pertumbuhan ekonomi (emerging and developing eeconomies). Perkembangan perekonomian kota sangat ditentukan oleh cepatnya arus sistem perdagangan di kota Pekanbaru. Salah satu tempat penjualan atau perdagangan yang sampai saat ini tetap masih ada dan juga ramai pengunjung di Kota Pekanbaru adalah pasar kodim kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Kodim Kota Pekanbaru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui apa saja faktor hambatan yang dialami pedagang dalam melakukan penjualan pakaian bekas di Pasar Kodim Kota Pekanbaru. 2) Untuk mengetahui strategi yang dilakukan pedagang pakaian bekas dalam menjual dagangannya di Pasar Kodim Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Strategi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk menentukan subjek adalah purposive sampling. Subjek penelitian ini sebanyak lima orang. Instrumen data dari penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pedagang pakaian bekas di Pasar Kodim memiliki strategi yang berbeda-beda dalam berjualan pakaian bekas di Pasar Kodim untuk mendapatkan hasil dan keuntungan yang lebih dari berjualan pakaian bekas di Pasar Kodim Kota Pekanbaru.
Solidaritas Sosial Petani Padi Sawah Nagari III Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman Nani Sovia; Teguh Widodo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i2.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk solidaritas mekanik petani padi sawah, serta mendeskripsikan faktor penguat solidaritas sosial petani padi sawah di Nagari III Koto Aur Malintang. Teori sebagai pisau analisis yang digunakan dalam penelitian adalah teori solidaritas mekanik Emile Durkheim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokuemntasi. Subjek penelitian utama adalah petani padi yang dipilih dengan teknik purposive sampling atau dengan kriteria tertentu, sehingga didapatkan lima orang informan utama dan satu orang informan kunci.Pada analisis datanya dilakukan dengan tahapan; reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solidaritas bagi petani di Nagari III koto Aur Malintang dimaknai sebagai gotong royong, kerjasama, tolong menolong dan rasa persaudaraan sehingga bentuk solidaritas mekanik petani padi sawah diwujudkan dalam tiga bentuk yaitu tolong-menolong, kerjasama, dan gotong royong.Gotong royong membersihkan irigasi adalah bentuk solidaritas yang paling menonjol dilakukan oleh para petani. Faktor penguat solidaritas mekanik petani padi sawah sehingga solidaritas tetap ada dan terjalin kuat hingga sekarang diantaranya: tradisi, norma sosial, ikatan emosional dan moral, hambatan dalam pertanian, dan ikatan keluarga.