Yoskar Kadarisman
Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pantang Larang dalam Berladang di Desa Teluk Merbau Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Nurhasanah; Yoskar Kadarisman
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i2.2028

Abstract

Pantangan dalam masyarakat melayu tidak hanya berfungsi sebagai aturan moral untuk membimbing perilaku masyarakat, tetapi juga dijunjung tinggi sebagai bagian dari warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan diteruskan kepada generasi mendatang. Setiap aturan yang meliputi pantangan memiliki makna dan nilai tersendiri yang memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan tekun menerapkan dan mewariskan nilai-nilai ini, orang tua Melayu pada masa lalu selalu mengingatkan keturunan mereka agar menjaga agar tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Di Kelurahan Teluk Merbau sebuah daerah di Riau, nilai-nilai Melayu masih sangat kental di kalangan masyarakatnya, terutama di Desa Teluk Merbau, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir. Masyarakat adat kelurahan Teluk Merbau memiliki kekayaan akan nilai-nilai kearifan lokal, yang mencakup berbagai aspek seperti ekologi, sosial ekonomi, dan sosial budaya. Dalam kaitannya dengan keberlanjutan lingkungan, petuah-petuah Melayu sering kali memuat berbagai ajaran pantang larang yang memiliki nilai filosofis tinggi terkait dengan lingkungan hidup. Hal ini menjadi pedoman bagi masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian alam dan mencegah kerusakan lingkungan.