Nuryah Asri Sjafirah
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keberimbangan Detik.com dalam Pemberitaan Amicus Curiae pada Masa Sidang Sengketa Pilpres 2024 Muhammad Falah Nafis; Nuryah Asri Sjafirah; Andika Vinianto Adiputra
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2247

Abstract

Sebagai negara demokrasi, Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum presiden (pilpres) setiap lima tahun sekali. Usai pemungutan dan perhitungan suara pilpres seringkali menimbulkan pro dan kontra yang menyebabkan adanya sidang sengketa. Pengajuan amicus curiae ke Mahkamah Konstitusi oleh salah satu politisi menjelang putusan sidang sengketa pilpres 2024 menimbulkan banyak diskursus karena belum diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Pemilu. Media massa memberitakan terkait amicus curiae tersebut karena menjalankan fungsi pengawasan pemerintah atau watchdog. Oleh karena itu, media massa harus objektif khususnya berimbang dalam menyajikan pemberitaan agar bisa dipercaya dan diandalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberimbangan Detik.com dalam pemberitaan amicus curiae dengan analisis isi kuantitatif Krippendorf dengan teori objektivitas Westerstahl sebagai acuan. Hasil penelitian terhadap 58 sampel yang diteliti menunjukkan Detik.com mempunyai tingkat keberimbangan yang rendah terhadap pemberitaan amicus curiae pada masa sidang sengketa pilpres 2024. Detik.com belum sepenuhnya berimbang karena pemberitaan didominasi oleh salah satu pihak saja. Dengan demikian, Detik.com perlu melakukan peningkatan agar dapat mencapai tingkat keberimbangan yang lebih baik lagi.
KONSER VIRTUAL SEBAGAI REKONSTRUKSI RELASI KOMUNIKASI ANTARA MUSISI DAN AUDIENS DALAM INDUSTRI MUSIK INDONESIA Muhammad Rifki Adinur Zein; Eni Maryani; Nuryah Asri Sjafirah
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i1.410

Abstract

Pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial menyebabkan industri musik, khususnya konser luring, mengalami stagnasi sehingga promotor dan musisi terdorong mencari bentuk penyelenggaraan baru berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis konser virtual sebagai dinamika industri musik Indonesia sekaligus melihat bagaimana praktik tersebut merekonstruksi relasi komunikasi antara musisi dan audiens, dengan studi kasus Wave Djava Virtual Concert yang disiarkan melalui kanal YouTube Hellprint Official. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif, observasi terhadap tayangan konser virtual di YouTube (termasuk karakteristik konten, jumlah penonton, dan interaksi di kolom komentar), serta studi literatur sebagai landasan konseptual. Analisis data dilakukan secara induktif dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan-verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konser virtual membentuk segmen penonton baru dan memperlihatkan adaptasi musisi serta promotor terhadap teknologi digital, sehingga memperluas jangkauan audiens dan menjaga keberlanjutan aktivitas industri musik di masa krisis. Konser virtual juga merepresentasikan konvergensi media, di mana unsur komunikasi tetap berlangsung namun bergeser ke medium digital sehingga interaksi menjadi tidak langsung dan berpotensi tertunda. Selain itu, praktik ini menguatkan hubungan komunikasi parasosial melalui kedekatan emosional yang dibangun lewat fitur platform dan pola konsumsi daring, serta mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam menikmati pertunjukan musik.